Pembangunan Rumah Sakit Bermasalah, Kim Jong-un Mengamuk

    Fajar Nugraha - 20 Juli 2020 11:58 WIB
    Pembangunan Rumah Sakit Bermasalah, Kim Jong-un Mengamuk
    Kim Jong-un saat mengunjungi pembangunan rumah sakit di Pyongyang. Foto: AFP
    Seoul: Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un memarahi pejabat setempat karena pembangunan rumah sakit yang dianggap ‘ceroboh’ di Pyongyang. Mereka yang bertanggung jawab untuk dipecat pun akhirnya dipecat.

    Korea Utara telah lama menggunakan proyek infrastruktur raksasa untuk mencoba meningkatkan kredibilitas pemerintah, termasuk pembangunan perumahan di Pyongyang dan pengembangan pariwisata Wonsan-Kalma yang berkelanjutan. Tetapi para kritikus mengatakan kecepatan seringkali tidak berbanding lurus dengan kualitas.

    Skema terbaru adalah Rumah Sakit Umum Pyongyang, di lokasi utama di seberang Sungai Taedong dari bukit Mansu. Lokasi ini berdiripatung raksasa pendiri Korea Utara Kim Il-sung dan putranya serta penerusnya Kim Jong-Il, yang merupakan ayah dari Kim Jong-un.

    Penyelesaian dijadwalkan 10 Oktober untuk menandai peringatan 75 tahun berdirinya Partai Buruh yang berkuasa. Kim Jong-un menyebut pembangunannya sebagai ‘tugas penting’ untuk program kesehatan masyarakat negara itu pada upacara peletakan batu pertama pada Maret.

    “Tetapi setelah diberitahu tentang kemajuan selama kunjungan ke lokasi konstruksi, Kim memperhatikan ada masalah serius,” kantor berita resmi KCNA melaporkan, seperti dikutip AFP, Senin 20 Juli 2020.

    “Komisi yang bertanggung jawab telah mengatur keuangan dengan cara ceroboh tanpa anggaran untuk pembangunan yang diatur dengan tepat,” kata Kim yang dikutip KCNA.

    “Proyek itu telah dimulai untuk kebaikan rakyat tetapi membebani mereka dengan tuntutan untuk bantuan,” tegas Kim Jong-un.

    Tidak ada rincian yang diberikan, tetapi Kim memerintahkan Komite Pusat partai yang berkuasa untuk menyelidiki dan "mengganti semua pejabat yang bertanggung jawab". Laporan itu tidak memberikan tanggal pasti kunjungan Kim.

    Laporan muncul di tengah spekulasi bahwa pembangunan terhambat oleh kesulitan Korea Utara dalam mengamankan materi karena kontrol perbatasan yang diperketat atas akibat virus korona.

    Korut yang sudah terisolasi dan bersenjatakan nuklir dengan cepat menutup perbatasannya setelah virus pertama kali terdeteksi di negara tetangga Tiongkok pada Januari, dan memberlakukan tindakan pengamanan yang ketat.

    Pyongyang menegaskan belum memiliki satu kasus covid-19 meskipun virus tersebut telah menginfeksi lebih dari 14,3 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 601.000.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id