Kekerasan di Afghanistan Meningkat, AS Tetap Tarik Pasukan

    Willy Haryono - 16 Mei 2020 20:06 WIB
    Kekerasan di Afghanistan Meningkat, AS Tetap Tarik Pasukan
    Sekelompok prajurit AS bersiaga di Kandahar, Afghanistan. (Foto: AFP)
    Washington: Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon mengatakan bahwa AS tetap berkomitmen terhadap penarikan pasukan dari Afghanistan sesuai yang sudah disepakati dengan kelompok militan Taliban. Pernyataan disampaikan Pentagon di saat meningkatnya intensitas aksi kekerasan di Afghanistan.

    AS berkomitmen akan terus menarik personel militer dari Afghanistan, hingga nanti jumlahnya tersisa 8.600.

    "(Penarikan) masih berlanjut. Kami ingin mencapai target sesuai periode yang telah disepakati dengan Taliban," ucap Asisten Menhan untuk Urusan Publik, Jonathan Hoffman, dalam sebuah konferensi pers di Pentagon.

    Di hari yang sama, dilansir dari Xinhua, Sabtu 16 Mei 2020, Perwakilan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan Zalmay Khalilzad juga mengonfirmasi ke awak media bahwa Washington sedang "mengimplementasikan fase pertama dari perjanjian terkait penarikan pasukan."

    Salah satu yang disepakati AS dan Taliban adalah penarikan pasukan dalam kurun waktu 135 hari.

    Pernyataan Hoffman dan Khalilzad terucap beberapa hari usai terjadinya dua serangan mematikan di Afghanistan, yakni di sebuah rumah sakit bersalin dan acara pemakaman. Taliban membantah terlibat dalam dua serangan tersebut.

    Kelompok militan Islamic State (ISIS) juga membantah penyerangan di rumah bersalin di Kabul, namun mengklaim serangan di acara pemakaman di provinsi Nangarhar.

    "Saya akan pergi lagi (ke Afghanistan) untuk mendorong penurunan ketegangan dan aksi kekerasan," sebut Khalilzad dalam sebuah telekonferensi. Ia menambahkan, tanggal terbaru untuk negosiasi antara Pemerintah Afghanistan dan Taliban juga sedang didiskusikan.

    Serangan di rumah sakit bersalin di Kabul telah menewaskan 24 warga sipil dan melulai 16 lainnya pada Selasa lalu. Sementara bom bunuh diri di acara pemakaman di Nangarhar menewaskan 32 orang dan melukai 103 lainnya.

    Usai terjadinya dua serangan itu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani memerintahkan pasukan keamanan nasional untuk mengakhiri posisi defensif dan melanjutkan operasi ofensif terhadap sejumlah grup militan termasuk Taliban.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id