Pertama dalam 4 Dekade, Emisi Karbon India Turun

    Arpan Rahman - 13 Mei 2020 18:02 WIB
    Pertama dalam 4 Dekade, Emisi Karbon India Turun
    Pengendara sepeda motor melintasi jalanan sepi di New Delhi, India. (Foto: AFP/Getty)
    New Delhi: Emisi karbon di India menurun untuk kali pertama dalam empat dekade. Ini terjadi karena minimnya aktivitas warga di tengah kebijakan penguncian wilayah (lockdown) terkait penyebaran virus korona (covid-19) di India.

    Data penurunan emisi karbon tertuang dalam sebuah artikel yang dirilis di Carbon Brief oleh sebuah tim asal Pusat Riset Energi dan Udara Bersih (CREA).

    Dinukil dari The Independent, Rabu 13 Mei 2020, tim analis CREA mencatat adanya penurunan level emisi tahunan karbondioksida (CO2) di India hingga akhir Maret kemarin. Penurunan ini merupakan kali pertama sejak 1982 saat India berangsur pulih dari sebuah resesi.

    Warga India, terutama yang tinggal di kota-kota besar, melihat langit biru cerah dan mulai merasakan udara yang lebih segar sejak pemberlakuan lockdown berskala nasional pada pertengahan Maret.

    Di bawah lockdown nasional, Pemerintah India menghentikan kegiatan perindustrian, proyek konstruksi, dan juga transportasi. Hal ini berkontribusi besar terhadap udara yang lebih besar di sejumlah kota besar di India.

    Menurut data di laporan CREA, emisi karbon turun 15 persen pada Maret lalu lewat hitungan year-on-year (YoY). Sementara proyeksi dengan metode yang sama untuk bulan April diperkirakan menyentuh angka penurunan 30 persen.

    Kebijakan Pemerintah India dalam mendorong penggunaan energi bersih terbarukan juga memainkan peran dalam penurunan level emisi. CREA mencatat permintaan terhadap energi dari batu bara di India perlahan menurun, bahkan sebelum terjadi pandemi covid-19.

    Sunil Dahiya, salah satu analis CREA, mengatakan kepada The Independent bahwa situasi lockdown telah memperlihatkan "sebuah jendela" menuju kehidupan di India yang tidak terlalu bergantung pada batu bara.

    Energi terbarukan -- sebagian besar berasal dari panas bumi dan angin -- kini jauh lebih murah dibanding batu bara di India. Namun, India "terjebak" kontrak dengan sejumlah perusahaan batu bara yang telah ditandatangani satu dekade lalu.

    "Apakah masuk akal untuk membangun pembangkit listrik tenaga batu bara dan menghabiskan lebih banyak uang rakyat, di saat energi terbarukan jauh lebih murah dibanding batu bara?" tanya Dahiya.

    Selain batu bara, konsumsi energi konvensional minyak dan gas di India juga menurun drastis pada Maret dan April tahun ini.

    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id