comscore

Bunuh Diri, Prajurit Transgender Korsel Menangkan Penghargaan Anumerta

Medcom - 07 Oktober 2021 21:04 WIB
Bunuh Diri, Prajurit Transgender Korsel Menangkan Penghargaan Anumerta
Sersan Byun Hui-su disebut bunuh diri pada Maret lalu setelah diberhentikan usai operasi penggantian kelamin. Foto: AFP
Seoul: Tentara Korea Selatan (Korsel), Sersan Byun Hui-su disebut bunuh diri pada Maret lalu setelah diberhentikan usai operasi penggantian kelamin. Ia memenangkan penghargaan anumerta pada Kamis, 7 Oktober 2021 saat pengadilan meminta pihak tentara untuk mengakuinya sebagai perempuan dan membatalkan pemecatan.

Dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 7 Oktober 2021, Byun menginginkan pemindahan dirinya ke korps militer perempuan. Namun, pihak tentara tetap memberhentikan Byun pada Januari 2020 dengan alasan penugasan kembali gender membuatnya ‘cacat’ dan tidak layak untuk dinas.
Setelah itu, Byun memutuskan untuk pergi ke pengadilan guna mencari pemulihan. Tetapi, ia dilaporkan bunuh diri sebelum kasus diselesaikan. Terlepas dari kematiannya, hasil kasus ini diperkirakan akan berimplikasi pada kebijakan militer terhadap minoritas seksual.

Pengadilan Distrik Daejeon, Korsel mengatakan, perubahan gender Byun sudah diakui secara hukum. Pihak tentara seharusnya menggunakan standar yang diterapkan pada perempuan untuk menentukan kelayakannya untuk mengabdi.

"Bila berdasarkan standar perempuan, tidak ada alasan cacat mental atau fisik untuk pemecatan," kata pengadilan, yang memenangkan Byun.

Pihak tentara menyatakan, menghormati keputusan pengadilan. Tetapi belum memutuskan apakah akan mengajukan banding. Mereka akan melakukan tinjauan komprehensif sebelum memutuskan tindakan.

Kelompok Advokasi Pusat Hak Asasi Manusia Militer Korea yang telah mendukung Byun, menyambut baik keputusan tersebut. Namun mereka mengatakan, butuh waktu terlalu lama untuk mencapai "hasil yang wajar dan masuk akal".

“Saya percaya putusan ini bermakna, karena ini adalah awal dari diskusi yang dapat membuka jalan bagi semua transgender dan minoritas seksual di Korea Selatan untuk bertugas di militer seperti warga negara lainnya,” ujar Aktivis Solidaritas untuk Hak Asasi Manusia LGBT Korea, Osori.

Militer dinilai telah diguncang oleh berbagai skandal pelecehan seksual tahun ini. Mendorong anggota parlemen untuk mengeluarkan Undang-Undang (UU) kasus serupa harus ditangani oleh pengadilan sipil.

Kini, Korsel pun diketahui mengharuskan semua laki-laki berbadan sehat menjalani setidaknya dalam 21 bulan dinas militer, memiliki 550 ribu tentara yang bertugas aktif, dan 2,7 juta tentara cadangan. (Nadia Ayu Soraya)

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id