Korsel Uji Rudal Balistik Kapal Selam untuk Melawan Ancaman Korut

    Marcheilla Ariesta - 15 September 2021 16:59 WIB
    Korsel Uji Rudal Balistik Kapal Selam untuk Melawan Ancaman Korut
    Warga Korea Selatan saksikan uji rudal balistik mereka. Foto: AFP.



    Seoul: Korea Selatan (Korsel) berhasil melakukan uji rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM) pada Rabu, 15 September 2021. Mereka menjadi negara pertama tanpa senjata nuklir yang mengembangkan sistem semacam itu dengan tujuan melawan ancaman Korea Utara (Korut).

    Uji coba rudal Korsel ini dilakukan di hari yang sama dengan uji rudal balistik Korea Utara. Pyongyang melanggar sanksi PBB dan meningkatkan ketegangan regional dengan aksi tersebut.

     



    Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, menghadiri uji peluncuran bawah air SLBM di atas kapal selam baru kelas 3.000 ton, Dosan Ahn Chang-ho.

    "Mempunyai SLBM memiliki arti penting dalam mengamankan pencegahan terhadap ancaman segala arah, dan diharapkan memainkan peran kunci dalam membangun kemampuan pertahanan diri dan perdamaian di Semenanjung Korea," ucap Kantor Kepresidenan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Channel News Asia.

    Tes tersebut akan menjadikan Korea Selatan negara pertama yang meluncurkannya tanpa senjata nuklir, yang biasanya digunakan untuk mempersenjatai SLBM, setelah Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Inggris, Prancis, dan India.

    Baca juga: Jajal Kemampuan, Korut Kembali Tembak Dua Rudal Balistik

    Korut telah meluncurkan serangkaian SLBM-nya sendiri dalam beberapa tahun terakhir. Mereka terpantau sedang membangun kapal selam operasional.

    "Militer juga telah mengembangkan rudal baru lainnya, termasuk rudal jelajah supersonik yang akan dikerahkan dalam waktu dekat, dan rudal balistik baru yang memiliki 'kemampuan serangan balik yang luar biasa' dengan menembakkan hulu ledak yang lebih besar," imbuh mereka.

    Ia menambahkan, militer berhasil melakukan uji coba sistem propulsi bahan bakar padat yang akan digunakan untuk kendaraan luar angkasa pada Juli lalu.

    Korut menembakkan dua rudal balistik ke laut pada hari ini. "Badan intelijen Korea Selatan dan AS sedang melakukan analisis terperinci," kata Kepala Staf Gabungan Seoul dalam sebuah pernyataan.

    Peluncuran itu dilakukan saat Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, mengunjungi Seoul untuk melakukan pembicaraan dengan mitranya dari Korea Selatan.
     
    Berbicara sebelum berita itu muncul, Wang berharap semua negara akan membantu "perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea”.
     
    “Misalnya, tidak hanya Utara, tetapi juga negara-negara lain yang terlibat dalam kegiatan militer. Setelah mengatakan ini, kita semua harus bekerja sama menuju dimulainya kembali dialog,” ucap Wang, dilansir Kantor Berita Yonhap.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id