Kematian Covid-19 di India Diprediksi Lampaui 200 Ribu Bulan Depan

    Marcheilla Ariesta - 28 April 2021 08:20 WIB
    Kematian Covid-19 di India Diprediksi Lampaui 200 Ribu Bulan Depan
    Pekerja mengangkut tabung oksigen medis yang hendak dikirim ke sebuah rumah sakit di New Delhi, India pada 24 April 2021. (Sajjad HUSSAIN / AFP)



    New Delhi: Lonjakan infeksi harian Covid-19 di India semakin parah. Sebuah penelitian di Amerika Serikat memperkirakan kematian harian akibat Covid-19 di India akan terus meningkat lebih tinggi lagi hingga pertengahan Mei nanti.

    Studi Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington mengestimasi bahwa angka kematian akibat Covid-19 di India akan melampaui 200 ribu sekitar tiga pekan ke depan.






    "Pada puncaknya nanti, mungkin sekitar 16 Mei, India kemungkinan akan mencatat lebih dari 13 ribu kematian akibat Covid-19 dalam sehari," kata studi itu, dilansir dari The Straits Times, Selasa, 27 April 2021.

    Angka tersebut lebih dari empat kali lipat dibanding kematian harian di India pada Senin kemarin, yakni 2.812. Angka kematian pada Senin kemarin sudah merupakan yang tertinggi selama sepekan terakhir.

    Studi IHME menjelaskan bahwa rata-rata kematian akibat Covid-19 merupakan sebagai indikator dalam mengawasi situasi pandemi. Meskipun umumnya, kata mereka, ada jeda 17 hingga 21 hari antara infeksi dan kematian.

    Secara keseluruhan, India telah melaporkan lebih dari 17 juta kasus virus korona dan lebih dari 195.000 kematian. Tetapi para ahli kesehatan mengatakan angka sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi.

    Direktur IHME Christopher Murray mengatakan dalam sebuah penjelasan tentang penelitian tersebut, bahwa survei sero-prevalensi menunjukkan India mungkin baru mendeteksi kurang dari 5 persen dari total populasi yang terinfeksi.

    Artinya, jumlah kasus yang terdeteksi di India saat ini perlu dikalikan 20 atau lebih untuk mengetahui angka sebenarnya.

    Sementara itu, negara-negara dunia berjanji membantu India mengatasi gelombang kedua Covid-19. Sejumlah negara telah menyalurkan bantuannya, terutama seputar pasokan oksigen yang sangat diperlukan pasien Covid-19 dengan gejala parah.

    Baca:  PM Modi Sebut India Terguncang oleh 'Badai' Covid-19

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id