Pembelot Korut Kembali Terbangkan Selebaran Anti-Pyongyang dari Korsel

    Marcheilla Ariesta - 30 April 2021 13:51 WIB
    Pembelot Korut Kembali Terbangkan Selebaran Anti-Pyongyang dari Korsel
    Botol berisi selebaran anti-Korea dan USB. Foto: AFP.



    Seoul: Kelompok pembelot Korea Utara kembali menentang larangan Korea Selatan untuk menerbangkan selebaran anti-Pyongyang melintasi Zona Demiliterisasi (DMZ). Sudah dua kali mereka melakukannya pekan ini.

    Peluncuran oleh Fighters for a Free North Korea adalah yang pertama sejak undang-undang yang melarang hal itu disahkan pada Desember lalu.






    "Kami menerbangkan 500 ribu selebaran, 500 buku dan uang tunai USD5.000 yang dibagikan melalui 10 balon besar selama dua kesempatan di dekat DMZ antara 25 dan 29 April," kata ketua kelompok pembelot, Park Sang-hak, dilansir dari Channel News Asia, Jumat, 30 April 2021.

    Kelompok aktivis telah lama mengirimkan selebaran yang mengkritik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un atas pelanggaran hak asasi manusia dan ambisi nuklirnya di seluruh DMZ. Mereka menerbangkan dengan balon udara atau mengapungkannya di sungai.

    Selebaran yang membuat marah Pyongyang itu sempat membuat hubungan kedua negara semakin renggang. Tahun lalu, Korut menuntut Korsel mengambil tindakan dan meningkatkan tekanan dengan meledakkan kantor penghubung antar-Korea di sisi perbatasannya.

    Baca juga: Korsel Kecewa PBB Sebut Selebaran Anti-Korut sebagai Kebebasan Ekspresi

    Parlemen Korea Selatan dengan cepat mengesahkan undang-undang yang memidanakan pengiriman selebaran dan drive USB untuk mendistribusikan informasi dan hiburan.

    Berdasarkan peraturan tersebut, mereka yang dihukum karena mengirimkan selebaran menghadapi hukuman maksimal tiga tahun penjara atau denda sebesar 30 juta won (setara Rp389 juta).

    Undang-undang tersebut menimbulkan keprihatinan atas 'dikekangnya' kebebasan berbicara.

    "Kami memiliki hak untuk mengetahui kebenaran meskipun hak-hak mereka diambil oleh rezim," kata Park. 

    Kedua Korea biasa mengirim selebaran ke sisi lain namun mereka akhirnya setuju menghentikan kegiatan propaganda semacam itu begitu Deklarasi Panmunjom yang ditandatangani oleh kedua pemimpin negara dilakukan. Deklarasi itu menandai pertemuan para pemimpin yang pertama kalinya pada 2018.

    (WAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id