comscore

Taliban Dituding Bunuh 13 Etnis Hazara Usai Kuasai Afghanistan

Medcom - 05 Oktober 2021 18:31 WIB
Taliban Dituding Bunuh 13 Etnis Hazara Usai Kuasai Afghanistan
Sekelompok anggota Taliban berpatroli di kota Kabul, Afghanistan. (AFP)
Daykundi: Kelompok Taliban dituding telah membunuh 13 orang dari etnis Hazara di Desa Kahor, Daykundi, Afghanistan Tengah pada Senin, 30 Agustus lalu.Penyelidikan kelompok Amnesty Internasional menemukan, pembunuhan terjadi sekitar dua pekan setelah Taliban menguasai Afghanistan.

Hazara merupakan etnis minoritas di Afghanistan. Dari 13 korban tewas, sebagian besarnya adalah tentara Afghanistan.

 



Populasi Hazara berkisar 9 persen dari total 36 juta penduduk Afghanistan. Sebagian besar dari mereka adalah penganut aliran Muslim Syiah yang kerap menjadi target serangan kelompok Sunni.

Dilansir dari Al Arabiya, Selasa, 5 Oktober 2021, sebanyak 300 anggota Taliban tiba dalam konvoi di dekat Desa Dahani Qul pada 30 Agustus. Lokasi ini merupakan tempat tinggal bagi sebagian tentara Afghanistan.

Para tentara beserta keluarga mereka disebut mencoba melarikan diri dan meninggalkan daerah yang telah dikepung Taliban. Namun, para anggota Taliban melepaskan tembakan ke arah mereka. Seorang tentara diketahui sempat membalas tembakan dan menewaskan seorang pejuang Taliban.

Amnesty Internasional melaporkan, sebanyak 11 korban pembunuhan tersebut merupakan tentara Afghanistan. Terdapat dua warga sipil yang tewas, salah satunya seorang gadis berusia 17 tahun. 

Pembantaian ini terjadi di saat pemimpin Taliban, Hibatullah Akhundzada, tengah berusaha meyakinkan warga Afghanistan bahwa mereka telah berubah dari 'gaya keras' yang pernah diterapkan di era 1990-an.

Baca:  Macron Dorong G20 Kirim Pesan yang Sangat Jelas kepada Taliban

"Eksekusi berdarah dingin ini adalah bukti lebih lanjut bahwa Taliban melakukan pelanggaran mengerikan,” kata Sekretaris Jenderal Amnesty, Agnes Callamard.

Saat ini, komunitas global tengah mengawasi Taliban, apakah kelompok tersebut akan menepati janji-janji mereka untuk menjadi lebih moderat. Taliban juga pernah berjanji untuk melindungi hak-hak kesetaraan perempuan.

Namun saat membentuk pemerintahan interim, Taliban tidak melibatkan satu pun perempuan di dalamnya. Hal ini dianggap sebagai bentuk pelanggaran terhadap janji yang baru saja diucapkan pada Agustus lalu. (Nadia Ayu Soraya)


(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id