comscore

Taliban Ingatkan Sanksi terhadap Afghanistan Dapat Picu Gelombang Pengungsi

Medcom - 13 Oktober 2021 22:52 WIB
Taliban Ingatkan Sanksi terhadap Afghanistan Dapat Picu Gelombang Pengungsi
Menlu Afghanistan bentukan Taliban, Amir Khan Muttaqi, saat menghadiri pertemuan di Doha, Qatar. (KARIM JAAFAR/AFP)
Kabul: Kelompok Taliban memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa terkait potensi terjadinya gelombang baru pengungsi jika sanksi ekonomi terhadap Afghanistan tidak diperlonggar atau dicabut.

Dilansir dari Radio Free Europe pada Rabu, 13 Oktober 2021, Menteri Luar Negeri Afghanistan bentukan Taliban, Amir Khan Muttaqi mengatakan, melemahkan pemerintah Afghanistan tidak akan menguntungkan siapa pun, dan efek negatifnya juga akan secara langsung berpengaruh terhadap sektor keamanan dan ekonomi global.

 



AS dan Uni Eropa mengaku siap memberikan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan, namun menginginkan adanya jaminan dari Taliban bahwa mereka akan menghormati hak asasi manusia, khususnya perempuan.

Taliban menggulingkan pemerintah Afghanistan yang didukung Barat pada Agustus lalu. Ekonomi Afghanistan dilaporkan turun drastis sejak saat itu, dengan sebagian besar bantuan internasional terputus menjelang musim dingin. Harga pangan naik, dan angka pengangguran di Afghanistan melonjak tajam sejak medio Agustus.

"Kami mendesak negara-negara dunia untuk mengakhiri sanksi yang ada dan membiarkan bank beroperasi secara normal sehingga kelompok amal, organisasi, dan pemerintah dapat membayar gaji kepada staf mereka dengan dana cadangan mereka sendiri dan bantuan internasional," kata Muttaqi dalam pertemuan di Doha, Qatar.

Selama pembicaraan pertamanya dengan Taliban di Doha, Uni Eropa mengumumkan paket dukungan yang diperluas untuk Afghanistan dan tetangganya senilai sekitar EUR1 miliar atau sekitar USD1,15 miliar.

Uni Eropa berharap, menyumbangkan uang untuk menstabilkan Afghanistan dan membantu sejumlah negara di sekitarnya, dapat mencegah terulangnya krisis keimigrasian yang pernah melanda Benua Biru pada 2015.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menekankan, dana bantuan akan dipakai untuk membantu negara-negara tetangga Afghanistan, atau diberikan langsung kepada rakyat Afghanistan tanpa perlu terlebih dahulu jatuh ke tangan Taliban.

Baca: AS Sebut Diskusi Bantuan Kemanusiaan Untuk Afghanistan Berjalan Positif

"Kami sudah menyatakan jelas mengenai syarat-syarat kami terkait keterlibatan dengan pihak berwenang Afghanistan, termasuk dalam hal penghormatan hak asasi manusia,” kata Leyen pada 12 Oktober lalu. (Nadia Ayu Soraya)

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id