Tiongkok Minta Filipina Hindari Diplomasi Megafon

    Marcheilla Ariesta - 04 Mei 2021 18:48 WIB
    Tiongkok Minta Filipina Hindari Diplomasi Megafon
    Menlu Filipina (kiri) Teodoro Locsin dan mitranya, Menlu Tiongkok (kanan) Wang Yi. Foto: AFP.



    Beijing: Tiongkok mendesak Filipina mematuhi 'etika dasar' dan menghindari diplomasi megafon untuk menekan mereka. Hal ini disampaikan setelah Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin mengusir kapal Tiongkok dari wilayah sengketa dengan kata-kata kasar di Twitter.

    Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dalam sebuah pernyataan, mendesak Filipina untuk menghormati kedaulatan dan yurisdiksi negara, serta berhenti mengambil tindakan yang memperumit situasi.






    "Fakta berulang kali membuktikan bahwa diplomasi megafon tidak dapat mengubah apa yang sebenarnya terjadi, namun hanya akan merusak rasa saling percaya," kata Kemenlu Tiongkok dalam pernyataan mereka, dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 4 Mei 2021.

    "Diharapkan orang-orang terkait di Filipina akan mematuhi tata krama dasar dan posisi mereka saat memberikan pernyataan."

    Baca juga: Gunakan Kata-Kata Kasar, Filipina Usir Tiongkok dari Laut China Selatan

    Mereka mengutip pernyataan Presiden Filipina Rodrigo Duterte bahwa perbedaan pendapat antarnegara ini seharusnya tidak mempengaruhi persahabatan dan kerja sama.

    "Tiongkok akan selalu bekerja dan akan terus bekerja sama dengan Filipina, untuk menyelesaikan perbedaan dengan baik dan memajukan kerja sama melalui konsultasi persahabatan," kata mereka.

    Kemarin, Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin mendesak kapal-kapal Tiongkok agar segera keluar dari wilayah sengketa, termasuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Manila di area Laut China Selatan. Lewat Twitter-nya, Teodoro menggunakan kata-kata kasar.

    "Tiongkok, temanku, seberapa sopan saya bisa mengatakan ini? GET THE F**K OUT (segera keluar dari sini)," kata Locsin dalam akun Twitter pribadinya.

    "Apa yang telah Anda lakukan untuk persahabatan kita? Anda. Bukan kami. Kami selama ini selalu mencoba (mempertahankan hubungan)," tegasnya.

    Sementara itu, Presiden Duterte dalam pernyataannya di televisi mengatakan Beijing tetap menjadi donatur Filipina.

    "Hanya karena kita sedang berkonflik dengan Tiongkok, bukan berarti kita boleh bertindak kasar dan tidak hormat," sambungnya.

    Tiongkok mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan. Perairan yang juga diklaim sejumlah negara ini merupakan jalur perdagangan 'sutra' yang dilewati ribuan kapal pada setiap tahunnya.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id