Jepang Desak Tiongkok Tarik Dua Kapal dari Laut China Timur

    Willy Haryono - 13 Oktober 2020 16:04 WIB
    Jepang Desak Tiongkok Tarik Dua Kapal dari Laut China Timur
    Kapal milik Penjaga Pantai Jepang. (Foto: AFP)
    Tokyo: Pemerintah Jepang meminta Tiongkok untuk segera menarik kapalnya dari perairan Negeri Sakura di dekat deretan pulau sengketa di Laut China Timur. Pulau sengketa itu disebut Senkaku oleh Jepang, dan Diaoyu oleh kubu Tiongkok.

    "Dua kapal Tiongkok memasuki perairan Jepang pada 11 Oktober dan terus berada di sana selama lebih dari dua hari. Hal ini benar-benar sangat disayangkan," kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Katsunobu Kato pada Selasa, 13 Oktober 2020.

    Desakan agar Tiongkok menarik kedua kapalnya sudah disampaikan melalui berbagai saluran, termasuk diplomatik. "Melalui saluran diplomatik di Tokyo dan Beijing, kami terus mengulangi protes keras kami," sebut Kato.

    "Kami meminta agar (dua kapal Tiongkok) berhenti mendekati kapal penangkap ikan Jepang dan meninggalkan wilayah kami sesegera mungkin," sambungnya, dikutip dari laman Sputnik.

    Jepang melayangkan protes formal kepada Tiongkok pada Senin kemarin, satu hari usai kemunculan dua kapal Tiongkok. Namun hingga kini, dua kapal tersebut masih bertahan di lokasi semula.

    Baca:  Dua Kapal Tiongkok Masuki Perairan Jepang

    Insiden serupa pernah terjadi pada Juli lalu, saat beberapa kapal Tiongkok tetap berada di wilayah perairan Jepang dekat deretan pulau sengketa di Laut China Timur selama lebih dari 39 jam.

    Baik Jepang maupun Tiongkok sama-sama mengklaim deretan pulau tak berpenghuni di Laut China Timur. Jeoang berkukuh deretan pulau itu adalah milik mereka sejak 1985. Sementara Tiongkok menggunakan peta Jepang era 1783 dan 1785 yang menyatakan deretan pulau itu sebagai milik Beijing.

    Usai Perang Dunia II, Senkaku sempat dikuasai Amerika Serikat sebelum akhirnya diserahkan ke Jepang di tahun 1972. Jepang meyakini klaim kedaulatan Tiongkok atas Senkaku disampaikan menyusul penemuan sejumlah mineral berharga di perairan dekat Senkaku di era 1970-an.

    Sengketa wilayah di Laut China Timur antara Jepang dan Tiongkok meningkat pada 2012. Kala itu, Jepang membeli tiga dari lima pulau dari seorang individu, yang menandai kepemilikan kedaulatan Tokyo.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id