Korsel-AS Peringati 70 Tahun Perang Korea di Tengah Provokasi Korut

    Fajar Nugraha - 25 Juni 2020 12:58 WIB
    Korsel-AS Peringati 70 Tahun Perang Korea di Tengah Provokasi Korut
    Peringatan 70 tahun Perang Korea di zona demiliterisasi. Foto: AFP
    Seoul: Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) pada Kamis 25 Juni memperingati 70 tahun Perang Korea. Keduanya berkomitmen untk mempertahankan perdamaian di Semenanjung Korea.

    Peringatan Perang Korea ini berlangsung di tengah ketegangan antara Korsel dengan tetangganya Korea Utara (Korut). Kedua negara sempat saling bersitegang akibat selebaran propaganda di perbatasan.

    Baca: Korut Cabut Lagi Pengeras Suara di Zona Demiliterisasi.

    Korea Utara menginvasi Selatan yang didukung AS pada 25 Juni 1950. Hal itu memicu perang tiga tahun yang menewaskan jutaan orang.

    Pertempuran berakhir dengan gencatan senjata yang tidak pernah digantikan oleh perjanjian damai, meninggalkan semenanjung dibagi oleh Zona Demiliterisasi dan kedua Korea secara teknis masih berperang.

    "Pada hari ini pada tahun 1950, aliansi militer AS-Korsel lahir dari kebutuhan dan ditempa dengan darah," ujar Menteri Pertahanan AS Mark Esper dan mitranya dari Korea Selatan Jeong Kyeong-doo mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama, seperti dikutip AFP, Kamis 25 Juni 2020.

    “Kedua negara membayar dengan mahal atas pengorbanan, keberanian, dan warisan orang-orang yang menyerahkan hidup mereka untuk membela negara yang bebas, demokratis, dan makmur,” kata pernyataan itu.

    Kementerian Pertahanan Korsel menempatkan korban jiwa akibat konflik militer itu mencapai 520.000 dari warga Korea Utara, 137.000 tentara Korsel Selatan dan 37.000 warga AS.

    Hubungan Seoul dengan Washington telah tegang dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah tuntutan pemerintahan Trump bahwa mereka harus membayar lebih untuk biaya menjaga 28.500 tentara AS di Semenanjung Korea. Pasukan AS itu ditempatkan untuk melindungi Selatan dari tetangganya yang bersenjata nuklir.

    “Tetapi sebagai sekutu, kami tetap berkomitmen untuk mempertahankan perdamaian yang diperjuangkan dengan keras di Semenanjung Korea," imbuh pernyataan itu.

    Peringatan itu datang ketika hubungan antar-Korea tetap membeku menyusul pemulihan hubungan cepat pada 2018. Upaya pemulihan itu disertai tiga pertemuan puncak antara pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

    Kim Jong-un pada Rabu 24 Juni menangguhkan rencana langkah militer yang ditujukan ke Korea Selatan. Sebelumnya Korea Utara meningkatkan ketegangan pekan lalu dengan menghancurkan kantor penghubung di sisi perbatasannya yang melambangkan kerja sama antar-Korea.

    Baca: Korut Tunda Aksi Militer terhadap Korsel.

    Surat kabar Korsel, JoongAng mengkritik pemerintahan Jae-in saat ini. Mereka mengatakan, pemerintah Korea Selatan secara terus-menerus menutup mata terhadap provokasi Pyongyang, yang menyebabkan rasa keamanan yang berkurang.

    "Tidak ada perjalanan gratis dalam menjaga perdamaian. Kami berharap pemerintah dan kementerian pertahanan merenungkan secara mendalam pelajaran 70 tahun yang lalu,” pungkas editoriial JoongAng Ilbo.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id