Roket Hantam Area Dekat Kedubes AS di Baghdad

    Willy Haryono - 19 Mei 2020 07:39 WIB
    Roket Hantam Area Dekat Kedubes AS di Baghdad
    Petugas keamanan memeriksa lokasi sebuah ledakan di Baghdad. (Foto: AFP)
    Baghdad: Sebuah roket menghantam area dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad, Irak, pada Selasa pagi, 19 Mei 2020. Ini merupakan roket pertama yang mengenai zona keamanan tingkat tinggi di Baghdad dalam beberapa pekan terakhir.

    Suara ledakan roket terdengar di seantero ibu kota dan juga memicu sirene keamanan di kompleks Kedubes AS. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. 

    Dikutip dari Arab News, hingga sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas peluncuran roket tersebut.

    Belasan hingga puluhan roket telah berulang kali menghantam area AS di Irak sejak Oktober tahun lalu. AS menuding rangkaian serangan tersebut dilakukan sekelompok faksi dari pasukan keamanan Irak yang didukung Iran.

    Peluncuran puluhan roket tersebut, yang telah menewaskan personel keamanan AS, Inggris, dan juga Irak, telah memperburuk hubungan antara Baghdad dan Washington.

    Ketegangan memuncak pada Januari lalu saat AS membunuh jenderal Iran Qasem Soleimani dan komandan faksi Irak Abu Mahdi al-Muhandis dalam serangan drone di Baghdad.

    Namun AS dan Irak berharap dapat memperbaiki hubungan sejak Mustafa al-Kadhemi menjadi perdana menteri baru bulan ini. Pertemuan bilateral AS dan Irak dijadwalkan berlangsung Juni mendatang.

    Pertemuan diyakini akan membahas sebuah kerangka perjanjian mengenai kehadiran pasukan AS di Irak, yang telah dikirim ke negara tersebut pada 2014 untuk memerangi kelompok militan Islamic State (ISIS). Sejumlah faksi Irak yang didukung Iran menolak kehadiran pasukan AS dan meminta mereka semua untuk segera angkat kaki.

    Minggu kemarin, Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa pasukan AS "tidak akan berdiam di Irak maupun Suriah serta harus segera mundur karena sudah pasti akan diusir."

    Koalisi pimpinan AS telah menarik sekitar 7.500 personelnya dari Irak tahun ini. Penarikan dilakukan karena ancaman ISIS di Irak sudah jauh berkurang serta adanya pandemi virus korona (covid-19).



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id