Selandia Baru Terima Kepulangan Warga Terduga Simpatisan ISIS

    Willy Haryono - 26 Juli 2021 11:45 WIB
    Selandia Baru Terima Kepulangan Warga Terduga Simpatisan ISIS
    PM Selandia Baru Jacinda Ardern (kiri) berada di dalam helikopter dalam memantau kerusakan akibat hujan deras di Canterbury, 1 Juni 2021. (CHRIS SKELTON / POOL / AFP)



    Wellington: Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menerima permohonan Turki untuk menerima kepulangan seorang warga yang dituduh pernah terkait dengan aktivitas kelompok militan Islamic State (ISIS). PM Ardern juga sepakat untuk menerima dua anak dari warga tersebut.

    Ketiganya berada di pusat detensi imigran Turki, setelah mereka tertangkap hendak memasuki Turki dari Suriah. Otoritas Turki kemudian meminta agar Selandia Baru merepatriasi mereka.

     



    "Selandia Baru mempertimbangkan ini dengan matang. Kami mempertimbangkan tanggung jawab internasional kami serta detail-detail dari kasus spesifik ini, termasuk fakta adanya dua anak yang terlibat," sebut PM Ardern usai menggelar pertemuan kabinet di Wellington, dilansir dari laman The Straits Times, Senin, 26 Juli 2021.

    Warga yang hendak diterima pemerintahan PM Ardern berjenis kelamin perempuan, dengan status kewarganegaraan ganda Selandia Baru dan Australia. Keluarganya pindah ke Australia saat ia masih berusia enam tahun.

    Pada 2014, ia pergi ke Suriah dengan menggunakan paspor Australia. Namun pemerintah Australia mencabut status kewarganegaraannya, dan menolak membatalkan keputusan itu meski diminta Selandia Baru.

    Sebelumnya pada tahun ini, PM Ardern mengatakan bahwa keputusan Australia keliru karena "secara sepihak" mencabut status kewarganegaraan seseorang.

    Australia mengaku akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Selandia Baru jika kasus serupa muncul di masa mendatang.

    Otoritas Turki mengatakan bahwa perempuan 26 tahun yang ditahan tersebut adalah seorang "teroris" ISIS.

    "Sudah pernah dijelaskan sebelumnya bahwa setiap warga Selandia Baru yang dicurigai terkait sebuah grup teroris akan diinvestigasi di bawah hukum Selandia Baru. Namun hal tersebut adalah murni urusan kepolisian," tegas PM Ardern.

    Baca:  Militan ISIS Selandia Baru akan Dihukum jika Pulang

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id