comscore

Varian Omicron Merebak, Negara Bagian Australia Barat Batal Cabut Pembatasan

Fajar Nugraha - 21 Januari 2022 11:08 WIB
Varian Omicron Merebak, Negara Bagian Australia Barat Batal Cabut Pembatasan
Petugas kesehatan di Australia saat hendak melakukan mengambil sampel untuk tes covid-19. Foto: AFP
Sydney: Negara bagian Australia Barat membatalkan rencana untuk membuka kembali perbatasannya pada 5 Februari. Pembatalan didasarkan alasan risiko kesehatan dari lonjakan kasus Omicron di tempat lain di negara itu.

Sementara penghitungan kasus virus korona sejak pandemi dimulai di Australia sudah mencapai 2 juta.

 



Premier Australia Barat Mark McGowan membuat pengumuman mengejutkan pada Kamis malam 20 Januari dengan mengatakan, “akan sangat sembrono dan tidak bertanggung jawab jika melakukan pembukaan sekarang karena penyebaran varian yang cepat”.

Sebaliknya, pembukaan kembali akan ditunda tanpa batas waktu atau setidaknya sampai persentase vaksinasi dosis tiga kali lipat mencapai 80 persen. Saat ini vaksinasi yang berlangsung baru mencapai sekitar 26 persen.

"Jika kami melanjutkan rencana awal, kami akan dengan sengaja menyebarkan ribuan kasus covid-19 ke Australia Barat dan pada saat ini bukan itu yang akan saya lakukan," kata McGowan kepada wartawan, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat 21 Januari 2022.

Negara bagian berpenduduk 2,7 juta itu selama berbulan-bulan secara efektif ditutup ke seluruh negara dan dunia luar. Penerapan ini membuahkan keuntungan dari isolasi alaminya untuk menjaga kasus tetap rendah.

Saat ini hanya ada 83 kasus aktif di negara bagian, dibandingkan dengan 550.000 di negara secara keseluruhan.

Keputusan itu kemungkinan akan membuat marah Perdana Menteri Scott Morrison yang telah lama mendesak semua negara bagian untuk terbuka dan belajar hidup dengan virus.

Beberapa kondisi perjalanan masih akan berubah pada 5 Februari termasuk mengizinkan lebih banyak orang masuk karena alasan belas kasih, meskipun mereka masih harus mengisolasi diri selama 14 hari. Rencana awal akan memungkinkan pelancong antarnegara bagian dan internasional yang divaksinasi ganda tanpa menyelesaikan karantina.

"Apa yang akan kami lakukan adalah meninjau situasi selama Februari dan melihat apa yang terjadi di timur dan mencari pendekatan terbaik untuk Australia Barat," imbuh McGowan.

Kasus telah menggelembung di seluruh negeri dalam beberapa pekan terakhir. Imbasnya membebani rumah sakit dan menyebabkan gangguan besar pada rantai pasokan melalui penyakit serta ketidakhadiran.


(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id