Jual Tinggi Masker, Warga Tiongkok Dihukum Penjara

    Harianty - 23 Maret 2020 17:11 WIB
    Jual Tinggi Masker, Warga Tiongkok Dihukum Penjara
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    Shanghai: Pengadilan Rakyat Distrik Songjiang di Shanghai, Tiongkok, menghukum penjara seorang warga yang melambungkan harga masker selama epidemi korona merebak. Ini merupakan kasus pertama terkait penjualan harga masker.

    Pada Senin, 23 Maret 2020, terdakwa yang bermarga Xie dijatuhi hukuman delapan bulan penjara dan didenda 180.000 yuan atau sekitar Rp419 juta. Dia dituntut menjalankan praktik bisnis ilegal.

    Seperti dikutip dari Bjnews, pengadilan menemukan bahwa terdakwa adalah pekerja di bagian hukum dan pengelola sebuah perusahaan trading di Shanghai.

    Pada awal Januari 2020, selama perusahaan beroperasi, Xie membeli sejumlah masker nonwoven sekali pakai berisi 50 per kotaknya dengan harga lima yuan atau Rp11.661 juta per kotak. Kemudian dia menjualnya kembali di situs belanja daring Taobao.

    Selama 23 Januari hingga 29 Januari, terdakwa dan unit perusahaannya menaikkan harga masker, dari harga normal tujuh yuan per kotak menjadi 21 yuan hingga 198 yuan atau sekitar Rp48 ribu hingga Rp461 ribu per kotak. Total lebih dari 1.900 kotak terjual, dengan jumlah penjualan lebih dari 170.000 yuan atau Rp396 juta dan keuntungan ilegal lebih dari 160.000 yuan atau Rp373 juta.

    Pada 2 Maret 2020, Xie ditangkap oleh pihak berwajib. Setelah kasus itu, unit perusahaan terdakwa berturut-turut mengembalikan lebih dari 57.000 yuan atau Rp132 juta kepada pembeli, dan membayar sisa pendapatan ilegal lebih dari 100.000 yuan atau sekitar Rp233 juta ke pengadilan selama persidangan.

    Pengadilan menyatakan bahwa selama pandemi covid-19, terdakwa melanggar manajemen pasar yang relevan dan peraturan manajemen harga. Pelanggaran ini termasuk menaikkan harga masker yang diperlukan untuk pencegahan dan pengendalian epidemi, dan membuat keuntungan besar.

    “Penghasilan ilegal sebanyak 160.000 yuan yang secara serius mengganggu tatanan ekonomi pasar, perilakunya merupakan kejahatan bisnis ilegal. Sebagai eksekutif perusahaan, Xie juga harus bertanggung jawab secara pidana atas kejahatan operasi ilegal,” pernyataan pengadilan, seperti dikutip BJ News, Senin, 23 Maret 2020.

    Pengadilan memutuskan bahwa terdakwa dijatuhi hukuman delapan bulan penjara karena kejahatan bisnis ilegal dan didenda 180.000 yuan atau sekitar Rp418 juta. Sedangkan unit perusahaan Xie dijatuhi hukuman denda 200.000 yuan atau Rp465 juta untuk kejahatan bisnis ilegal. Pengadilan menyebutkan keuntungan dari penjualan dan sejumlah komputer sebagai alat kejahatan, turut disita.




    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id