Kemenlu Taiwan Minta Pengusaha di Myanmar Kibarkan Bendera Nasional

    Fajar Nugraha - 16 Maret 2021 15:06 WIB
    Kemenlu Taiwan Minta Pengusaha di Myanmar Kibarkan Bendera Nasional
    Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu. Foto: CNA



    Taipei: Kementerian Luar Negeri Taiwan menyerukan pebisnis dan usahanya di Myanmar untuk mengibarkan bendera nasional. Ini ditujukan sebagai pembeda dari Tiongkok, yang mengalami pembakaran terhadap pabrik-pabrik mereka.

    Kementerian luar negeri pada Selasa 16 Maret 2021 meminta bisnis Taiwan di Myanmar untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari kudeta yang membuat rezim militer kembali berkuasa.

     



    Baca: Puluhan Pedemo Myanmar Tewas usai Pembakaran Pabrik-Pabrik Tiongkok.

    Protes kekerasan antikudeta terjadi pada Minggu yang menyebabkan 39 kematian. Sejumlah pabrik dibakar di kota terbesar Myanmar, Yangon, dan salah satu pabrik yang terkena dampak memiliki investor dan karyawan dari Taiwan.

    “Mengibarkan bendera nasional Taiwan adalah cara yang baik untuk melindungi perusahaan Taiwan di sana. Kementerian luar negeri juga menyarankan untuk memasang tanda bertuliskan "Perusahaan Taiwan" dalam teks Burma untuk menghindari kesalahan identifikasi sebagai perusahaan Tiongkok,” ujar Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu, seperti dikutip Radio Taiwan International.

    Kedutaan de facto Taiwan di Myanmar telah menyarankan perusahaan-perusahaan Taiwan melakukan hal itu untuk menghindari kebingungan dengan Tiongkok, setelah pabrik-pabrik yang didanai China dibakar.

    Kedutaan Besar Tiongkok mengatakan banyak staf mereka terluka dan terperangkap dalam serangan pembakaran pada  Minggu oleh penyerang tak dikenal di pabrik garmen di pinggiran Yangon di Hlaing Thaya. Mereka telah meminta Myanmar untuk melindungi properti dan warga Negeri Tirai Bambu

    Tiongkok oleh masa penentang kudeta, dipandang mendukung junta militer yang mengambil alih kekuasaan di Myanmar dan  menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.

    Sedangkan Taiwan adalah rumah bagi populasi Sino-Burma yang besar dan terdapat hubungan budaya dan bisnis yang erat. Hanya satu perusahaan Taiwan yang terlibat dalam kekerasan Minggu, dengan 10 orang Taiwan terperangkap di dalam lokasi tersebut meskipun mereka aman.

    Perusahaan Taiwan di Asia Tenggara menimbulkan kebingungan dengan perusahaan Tiongkok dalam protes sebelumnya. Termasuk pada 2014 ketika ribuan orang Vietnam membakar pabrik asing sebagai reaksi marah terhadap pengeboran minyak Tiongkok di bagian Laut China Selatan yang diklaim oleh Vietnam.

    Sekitar 270 perusahaan Taiwan beroperasi di Myanmar dengan perkiraan total investasi lebih dari USD 1 miliar, termasuk bank, pabrik tekstil dan sepatu.

    Secara terpisah, ketua Komisi Pengawas Keuangan Huang Tien-mu mengatakan, kepada wartawan di Taipei bahwa bank Taiwan di Myanmar beroperasi seperti biasa. Tiga bank Taiwan memiliki cabang di negara ini, termasuk Cathay United Bank, Mega International Commercial Bank dan E. Sun Commercial Bank.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id