3 Staf Laboratorium Wuhan Sakit Sebulan Sebelum Covid-19 Ditemukan

    Marcheilla Ariesta - 24 Mei 2021 18:18 WIB
    3 Staf Laboratorium Wuhan Sakit Sebulan Sebelum Covid-19 Ditemukan
    Kondisi Wuhan di Tiongkok kini sudah normal dan bebas dari covid-19. Foto: AFP



    Wuhan: Sebanyak tiga peneliti dari Institut Virologi Wuhan (WIV) Tiongkok mendapatkan perawatan di rumah sakit pada November 2019, sebulan sebelum virus korona (covid-19) ditemukan. Laporan ini disampaikan Wall Street Journal mengutip intelijen Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya dirahasiakan.

    Surat kabar itu mengatakan laporan tersebut memberikan rincian baru tentang jumlah peneliti yang terkena dampak, waktu penyakit, dan kunjungan rumah sakit. Laporan ini dapat menambah bobot seruan untuk penyelidikan yang lebih luas mengapa covid-19 bisa lolos dari laboratorium.

     



    Laporan itu datang pada malam pertemuan badan pembuat keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diperkirakan akan membahas tahap selanjutnya dari penyelidikan mengenai asal-usul covid-19.

    Seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS tidak mengomentari laporan tersebut. Namun, mereka mengatakan pemerintah Presiden AS Joe Biden akan terus memiliki pernyataan serius mengenai asal-usul pandemi ini.

    Dilansir dari Straits Times, Senin, 24 Mei 2021, ia mengatakan pemerintah AS sedang bekerja sama dengan WHO dan negara-negara anggota lainnya untuk mendukung evaluasi berbasis ahli mengenai asal-usul pandemi yang bebas dari campur tangan atau politisasi.

    "Kami tidak akan membuat pernyataan yang merugikan studi WHO yang sedang berlansung mengenai sumber Sars-CoV-2, tapi sudah jelas bahwa teori yang masuk akal dan secara teknis dapat dipercaya harus dievaluasi secara menyeluruh oleh para ahli internasional," seru jubir tersebut.

    Wall Street Journal mengatakan, pejabat intelijen AS akan mengungkapkan berbagai pandangan tentang kekuatan bukti pendukung laporan. "Semuanya untuk penyelidikan lebih lanjut dan pembuktian tambahan," kata Wall Street Journal.

    AS, Norwegia, Kanada, Inggris dan negara lainnya pada Maret lalu menyatakan keprihatinan atas studi asal-usul covid-19 yang dipimpin WHO. Mereka menyerukan penyelidikan lebih lanjut dan akses penuh ke semua data terkait manusia, hewan, dan lainnya mengenai tahap awal wabah.

    Kedutaan Besar Tiongkok di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait hal ini. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mencatat tim yang dipimpin WHO telah menyimpulkan bahwa kebocoran laboratorium sangat mungkin terjadi setelah kunjungan pada Februari lalu ke institut virologi.

    Tiongkok sendiri menolak memberikan data mentah tentang kasus awal covid-19 kepada tim yang dipimpin WHO untuk menyelidiki asal-usul pandemi. Langkah ini berpotensi mempersulit upaya untuk memahami awal mula wabah covid-19.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id