comscore

Layaknya Benda Tak Berharga, Afghanistan Kerap Dianggap Remeh

Fajar Nugraha - 20 November 2021 18:23 WIB
Layaknya Benda Tak Berharga, Afghanistan Kerap Dianggap Remeh
Mantan Penasihat Komunikasi Strategis dan Hubungan Internasional di Badan Penasihat Keamanan Nasional Afghanistan, Mariam Wardak. Foto: FPCI
Jakarta: Kondisi Afghanistan saat ini masih tidak menentu setelah Taliban kembali berkuasa dan membentuk pemerintahan baru. Namun konflik baru yang mewarnai, justru seperti dibiarkan oleh komunitas internasional.

Mantan Penasihat Komunikasi Strategis dan Hubungan Internasional di Badan Penasihat Keamanan Nasional Afghanistan, Mariam Wardak, melihat negaranya dianggap barang yang bisa dimanfaatkan seenaknya. Menurutnya, diskusi mengenai Afghanistan, tidak lepas dari upaya demokratisasi dan upaya untuk menormalisasi perang dengan narasi demokrasi.
“Saya melihat hal itu sangat menghina. Kita harus melihat kembali apa yang telah terjadi demi mengambil langkah hati-hati selanjutnya untuk Afghanistan,” ujar Wardak, dalam diskusi 'The Future of Afghanistan and Its Impact on Regional Security' di Global Town Hall 2021, Sabtu, 20 November 2021.

“Saya sangat kecewa bagaimana aktor internasional telah memiminalisir peran mereka atas apa yang tengah terjadi di Afghanistan.  Seringkali saya sebutkan, penarikan pasukan (asing) akan menjadi akhir dari hubungan diplomatik dengan Afghanistan dan pada akhirnya tentu saja, berakhirnya dukungan keuangan,” tuturnya.

“Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) yang kacau dari Afghanistan, memperlihatkan perencanaan yang buruk dan berkontribusi pada krisis pengungsi. Juga memperpanjang konflik negara yang sudah berjalan sejak lama,” tegas Wardak, dalam diskusi GTH 2021 yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). 

Pendiri ‘Her Afghanistan’ ini menambahkan, krisis kemanusiaan yang besar dan bisa berujung pada kelaparan dan tentunya ada isu kekerasan dari ekstremis asing. “Afghanistan memiliki militan yang berperang bersama Taliban dan mereka yang memiliki agendanya sendiri,” sebutnya.

Keberadaan militan asing yang berada di Afghanistan, pada akhirnya mempengaruhi hubungan diplomatik Afghanistan. Sementara krisis finansial yang terjadi, diperkirakan mencapai 75 persen dari perekomian Afghanistan.

Ini mencakup ketiadaan dana untuk pendidikan, sektor kesehatan dan keamanan. Dua dari isu itu, sangat membutuhkan bantuan. Kondisi ini menjadi ironi karena Afghanistan memiliki dana USD9 miliar yang dibekukan oleh the Fed.

“Banyak ketidakpastian terjadi di afghanistan setelah kepergian Amerika serikat. Salah yang sangat penting adalah krisis diplomatik yang dihadapi Afghanistan. Gangguan dari kesepakatan pemerintahan terdahulu yang menguntungkan warga Afghanistan,” ucapnya.

“AS mengatakan akan tetap berhubungan diplomatik dengan Afghanistan, terutama mengenai isu bantuan kemanusiaan, kontra terorisme, dan penegakan hak perempuan. Namun mereka tidak menyertakan satu pun diplomat untuk mengawalnya,” imbuh Wardak.

Sementara Inggris saat ini baru mengupayakan diplomatik dengan Taliban melalui (negosiasi damai Taliban-Pemerintah Afghanistan) Doha. Tetapi realitasnya, pada dasarnya, diplomasi dengan Taliban tidak bisa dihindari hanya untuk kawasan sekitar. Terutama untuk perdagangan, bantuan kemanusiaan, evakuasi dan lain sebagainya.

Pertanyaannya bagaimana diplomasi berperan. Kekhawatiran Mariam Wardak sebagai individu dan warga Afghanistan adalah ketidakpercayaan dari warga Afghanistan dengan sekutu internasional.

“Mereka tidak dianggap sebagai sekutu lagi, tetapi tidak lebih sebagai pihak yang hanya memanfaatkan warga Afghanistan. Itu sebabnya saya menyebutkan Afghanistan seperti benda yang tidak berharga,” pungkas Wardak.


(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id