comscore

Taliban: Anak Perempuan Bisa Mulai Sekolah 21 Maret Mendatang

Marcheilla Ariesta - 17 Januari 2022 22:14 WIB
Taliban: Anak Perempuan Bisa Mulai Sekolah 21 Maret Mendatang
Anak perempuan di Afghanistan./AFP
Baghdad: Sekolah perempuan di seluruh Afghanistan diharapkan akan dibuka kembali pada akhir Maret, ucap seorang pemimpin senior kelompok Taliban.

Juru bicara Afghanistan di bawah pemerintahan Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan, kementerian pendidikan akan membuka ruang kelas untuk semua anak perempuan di tahun ajaran baru Afghanistan yang dimulai pada 21 Maret.

 



Meskipun Taliban tidak secara resmi melarang pendidikan anak perempuan, kelompok itu telah menutup sekolah menengah untuk anak perempuan.

Anak perempuan di sebagian besar Afghanistan tidak diizinkan kembali ke sekolah di atas kelas VII - 1 SMP sejak pengambilalihan Taliban pada Agustus 2021. Padahal, mereka berjanji untuk menegakkan hak-hak perempuan dan anak perempuan di negara tersebut, termasuk akses mendapat pendidikan.

"Pendidikan untuk anak perempuan dan perempuan adalah masalah kapasitas. Kami berusaha menyelesaikan masalah ini pada tahun ajaran mendatang, sehingga sekolah dan universitas dapat dibuka," kata Mujahid, dilansir dari Al Jazeera, Senin, 17 Januari 2022.

Baca juga: Unjuk Kekuatan, Taliban Gelar Pawai Senjata di Maymana Afghanistan

Komunitas internasional khawatir bahwa Taliban dapat memberlakukan tindakan keras yang serupa dengan aturan sebelumnya 20 tahun lalu. Pada saat itu, perempuan dilarang mengenyam pendidikan, pekerjaan dan aktivitas lainnya di ruang publik.

"Kami tidak menentang pendidikan," tegas Mujahid.

"Di banyak provinsi, kelas tinggi (sekolah perempuan) dibuka, tetapi di beberapa tempat ditutup, alasannya adalah krisis ekonomi dan kerangka kerja yang perlu kami perbaiki di daerah yang terlalu padat. Dan untuk itu kami perlu menetapkan prosedur baru," lanjut dia.

Siswa sekolah menengah bernama Anzorat mengaku masih meragukan janji Taliban tersebut.

"Saya tidak berpikir mereka akan membuka kembali sekolah perempuan karena mereka telah mengatakan banyak hal, tetapi tidak menindaklanjutinya. Jika mereka benar-benar membuka sekolah lagi, maka itu akan menjadi yang terbaik untuk anak perempuan," tutur pelajar tersebut.

"Dari perspektif Taliban, pendidikan untuk anak perempuan adalah kejahatan," terang dia.

Mujahid mengatakan, anak perempuan dan laki-laki harus benar-benar dipisahkan di sekolah. Menurutnya, sejauh ini kendala terbesar adalah menemukan atau membangun asrama yang cukup di mana anak perempuan bisa tinggal sambil bersekolah.

"Kami tidak kekurangan tenaga atau sumber daya manusia, kami membutuhkan kerja sama ekonomi untuk rakyat Afghanistan, kami membutuhkan kerja sama dalam perdagangan, kami perlu menjalin hubungan diplomatik yang baik dengan negara lain," katanya.

Ia menambahkan, saat ini Afghanistan juga sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id