comscore

Hong Kong Akan Perketat Pembatasan Perjalanan Covid-19

Medcom - 26 Oktober 2021 16:36 WIB
Hong Kong Akan Perketat Pembatasan Perjalanan Covid-19
Pemandangan salah satu sudut kota Hong Kong. (Foto: AFP)
Hong Kong: Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam berencana memperketat pembatasan perjalanan Covid-19 dalam upaya meredam penyebaran virus tersebut. Pengumuman disampaikan pada Selasa, 26 Oktober 2021.

Dilansir dari AFP, nantinya, sebagian besar orang yang masuk ke Hong Kong wajib menjalani karantina hotel selama 14 hingga 21 hari.
"Kami akan segera mengumumkan. Sebagian besar pengecualian karantina yang diberikan kepada kelompok pengunjung tertentu yang datang dari luar negeri dan daratan akan dibatalkan," kata Carrie Lam.

Ia menambahkan, hanya para pekerja esensial seperti pengemudi truk lintas batas yang diizinkan melakukan karantina dan perjalanan secara gratis. Saat ini, Hong Kong diketahui mengizinkan kelompok orang tertentu untuk melewati karantina atau mengisolasi diri di rumah.

Kelompok tersebut di antaranya diplomat, pemimpin bisnis, serta beberapa penduduk Tiongkok daratan dengan kartu penduduk Hong Kong. September lalu, bintang Hollywood, Nicole Kidman, diizinkan melewati masa karantina untuk menjalani syuting acara televisi. Keputusan ini diketahui memicu kemarahan publik.

Hingga kini, Carrie Lam belum merinci kategori mana yang akan ditolak pengecualiannya. IA menggambarkan, pembukaan kembali perjalanan dari Hong Kong ke Tiongkok daratan merupakan hal yang lebih penting daripada memulihkan perjalanan internasional.

Carrie Lam pun menjelaskan, Tiongkok mengharapkan agar Hong Kong meniru pembatasan ketat di Negeri Tirai Bambu. "Kami harus memastikan praktik anti-Covid 19 kami lebih sesuai dengan praktik (Tiongkok) daratan," sebut Carrie Lam.

Sementara itu, komunitas bisnis Hong Kong merasa kesal atas rencana Carrie Lam. Ini dikarenakan pusat-pusat keuangan saingan seperti Singapura, Tokyo, London, dan New York, justru telah membuka kembali perekonomian mereka.

Keputusan Carrie Lam mengejar strategi nol Covid-19 dinilai tidak tepat untuk prospek jangka panjang untuk Hong Kong sebagai pusat bisnis.

Baca:  Kebijakan Nol Covid Hong Kong Dinilai Rusak Status Pusat Keuangan

Sementara itu, Tiongkok juga kembali mempertahankan pembatasan ketat pada kedatangan dari luar negeri menjelang Olimpiade Musim Dingin.

Pemerintah Tiongkok mengatakan, Beijing berencana menutup sebagian besar perbatasannya hingga setelah pertemuan besar Partai Komunis pada November 2022 mendatang. (Nadia Ayu Soraya)

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id