CEO Sinovac Keluhkan Komentar Anti-Tiongkok di Brasil

    Fajar Nugraha - 10 Juni 2021 10:05 WIB
    CEO Sinovac Keluhkan Komentar Anti-Tiongkok di Brasil
    Vaksin Sinovac yang dikembangkan Tiongkok digunakan di Brasil dan Indonesia. Foto: AFP



    Brasilia: CEO Sinovac Biotech, pemasok utama vaksin covid-19 ke Brasil, bulan lalu mengeluh kepada diplomat Brasil di Beijing bahwa komentar anti-Tiongkok di Brasilia tidak membantu pengiriman yang tertunda. Terutama pada sikap bermusuhan yang ditunjukkan Presiden Brasil Jair Bolsonaro.

    Yin Weidong menyarankan perubahan sikap akan membuat hubungan yang lebih ‘cair’ antara Tiongkok dan Presiden Brasil Jair Bolsonaro.

     



    Bolsonaro, yang mengeluh selama kampanye 2018 tentang serangkaian akuisisi Tiongkok di Brasil, mengatakan dalam pidatonya pada 5 Mei bahwa pandemi virus korona bisa menjadi ‘perang kimia’ yang dilakukan oleh negara dengan pertumbuhan tercepat. Saat itu Bolsonaro tanpa menyebut Negeri Tirai Bambu.

    “Dua minggu kemudian, pada pertemuan di markas Sinovac untuk membahas pasokan vaksin, Weidong mengatakan perubahan sikap di Brasilia akan ‘nyaman’ untuk hubungan yang lebih ‘cair dan positif’ dengan pemerintah Tiongkok,” menurut kabel diplomatik yang dikirim ke Brasilia dan diterima oleh surat kabar O Globo, yang dikutip dari Channel News Asia, Kamis 10 Juni 2021.

    Pertemuan itu terjadi ketika persediaan mulai berkurang dari bahan-bahan dari Tiongkok yang dibutuhkan untuk mengisi dan menyelesaikan vaksin CoronaVac dari Sinovac di pusat biomedis Institut Butantan, Sao Paulo.

    Sinovac telah mengaitkan pengiriman yang tertunda dengan kemacetan produksi dan masalah birokrasi dengan lisensi ekspor.

    Kementerian Luar Negeri Brasil tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait keluhan tersebut.

    Pemerintah Bolsonaro telah membantah mengambil sikap antagonis terhadap Tiongkok, yang merupakan mitra dagang terbesar Brasil.

    Namun perlambatan bahan vaksin dari Tiongkok telah menghambat program imunisasi nasional Brasil, yang jauh di belakang banyak negara. Hanya 10 persen orang Brasil yang telah divaksinasi covid-19 lengkap.

    "Mereka berbicara tentang pentingnya hubungan politik yang baik," kata salah satu sumber tentang pertemuan Weidong dengan para diplomat.

    "Kritik tidak membantu. Kepala eksekutif memberi kesan bahwa ini menjelaskan penundaan,” sebut sumber itu.

    Kepala Butantan, Dimas Covas, bersaksi dalam komisi penyelidikan senat bahwa pernyataan Bolsonaro harus disalahkan atas keterlambatan impor bahan vaksin dari Tiongkok.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id