Gila Sanksi, AS Tetapkan Perusahaan Tiongkok dan UEA ke Daftar Hitam

    Fajar Nugraha - 17 Desember 2020 09:22 WIB
    Gila Sanksi, AS Tetapkan Perusahaan Tiongkok dan UEA ke Daftar Hitam
    Jelang akhir masa jabatan, Donald Trump terus jatuhkan sanksi kepada Iran. Foto: AFP



    Washington: Amerika Serikat (AS) pada Rabu 16 Desember 2020 menjatuhkan sanksi kepada perusahaan yang berbasis di Tiongkok dan Uni Emirat Arab (UEA). Perusahaan di tiga negara itu dituduh mendukung penjualan petrokimia Iran karena Washington meningkatkan tekanan pada Teheran menjelang akhir masa jabatan Presiden Donald Trump.

    Kementerian Keuangan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah memasukkan empat entitas ke dalam daftar hitam untuk memfasilitasi ekspor produk petrokimia Iran. Keempat entitas itu dianggap melakukan hubungan dengan Triliance Petrochemical, yang terkena sanksi oleh Washington awal tahun ini.






    “Salah satu yang juga menjadi sasaran dalam langkah sanksi itu adalah Perusahaan Transportasi Gas dan Bahan Kimia Vietnam atas hubungannya dengan transaksi signifikan untuk pengangkutan produk minyak bumi dari Iran,” kata Kementerian Keuangan Iran, seperti dikutip AFP, Kamis 17 Desember 2020.

    Pemerintahan Trump telah menjatuhkan sanksi hampir setiap hari selama beberapa minggu terakhir, banyak yang ditargetkan ke Iran. Para analis mengatakan, sanksi yang menekan Teheran tampaknya dirancang untuk mempersulit jalan Presiden terpilih Joe Biden untuk merundingkan kembali kesepakatan nuklir dengan Iran.

    "Amerika Serikat akan bertindak terhadap orang-orang yang mendukung aktor terlarang yang terlibat dalam pergerakan penjualan minyak dan petrokimia Iran," kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin dalam pernyataan itu.

    Tindakan tersebut memberikan sanksi pada Donghai International Ship Management dan Petrochem South East Limited yang berbasis di Tiongkok, Alpha Tech Trading dan Petroliance Trading yang berbasis di UEA karena memberikan dukungan kepada Triliance Petrochemical.

    Washington pada Januari memasukkan ke dalam daftar hitam Triliance Petrochemical yang berbasis di Hong Kong dan tiga perusahaan petrokimia dan perminyakan lainnya yang menurut Kementerian Keuangan secara kolektif mentransfer nilai ekspor senilai ratusan juta dolar dari National Iranian Oil Company.

    “Sanksi itu membekukan aset perusahaan AS mana pun dan umumnya melarang warga Amerika untuk berurusan dengan mereka. Lembaga keuangan asing yang dengan sengaja memfasilitasi transaksi bagi mereka yang masuk daftar hitam juga berisiko terkena sanksi,” tegas Kementerian Keuangan AS.

    Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat sejak Trump meninggalkan kesepakatan nuklir Iran 2015 yang disepakati oleh Presiden Barack Obama. Pemerintahan Trump memulihkan sanksi keras untuk menekan Teheran agar merundingkan pembatasan yang lebih dalam pada program nuklirnya, pengembangan rudal balistik dan dukungan untuk pasukan proksi regional.

    Presiden terpilih Joe Biden, yang akan menjabat pada 20 Januari, mengatakan dia akan mengembalikan Amerika Serikat ke kesepakatan era Obama jika Iran melanjutkan kepatuhan.


    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id