comscore

Jelaskan Alasan Krisis Keuangan, PM Sri Lanka Minta Warga Bersabar

Marcheilla Ariesta - 16 Mei 2022 19:46 WIB
Jelaskan Alasan Krisis Keuangan, PM Sri Lanka Minta Warga Bersabar
PM baru Sri Lanka Ranil Wickremesinghe./AFP
Kolombo: Perdana menteri baru Sri Lanka akan berbicara tentang negara yang dilanda krisis. Ia mengatakan kepada warganya untuk tidak bergabung dengan antrian bahan bakar yang telah memicu protes anti-pemerintah selama berminggu-minggu.

Ranil Wickremesinghe, yang ditunjuk sebagai perdana menteri pada Kamis lalu. Ia memberikan penjelasan mengenai krisis keuangan menghancurkan negara itu.
"Ada banyak yang harus dilakukan dan dibatalkan. Kami memprioritaskan masalah, yakinlah itu akan ditangani sedini mungkin," katanya, dilansir dari Malay Mail, Senin, 16 Mei 2022.

Krisis tersebut menyebabkan protes meluas terhadap Presiden Gotabaya Rajapaksa dan keluarganya, yang berpuncak pada pengunduran diri kakak laki-lakinya Mahinda sebagai perdana menteri pekan lalu.

Presiden kemudian menggantikannya dengan Wickremesinghe, seorang anggota parlemen oposisi yang telah memegang jabatan itu lima kali sebelumnya, dalam upaya putus asa untuk menenangkan para pengunjuk rasa.

Tetapi para pengunjuk rasa mengatakan mereka akan melanjutkan kampanye mereka selama Gotabaya Rajapaksa tetap menjadi presiden. Mereka juga menyebut Wickremesinghe sebagai antek dan mengkritik pengangkatannya atas empat menteri kabinet, semua anggota partai politik yang dijalankan oleh Rajapaksa bersaudara.

Baca juga: Krisis di Sri Lanka, KBRI Kolombo Pastikan WNI Aman

Dipukul keras oleh pandemi, kenaikan harga minyak dan pemotongan pajak populis oleh Rajapaksa, Sri Lanka berada di tengah-tengah krisis parah sejak kemerdekaannya pada 1948.

Kekurangan devisa telah menyebabkan inflasi yang merajalela dan kekurangan bahan bakar dan kebutuhan pokok lainnya. Inilah yang membawa ribuan orang turun ke jalan sebagai protes.

Pengiriman diesel menggunakan jalur kredit India tiba di negara itu kemarin, tetapi belum didistribusikan ke seluruh pulau, menyebabkan antrian panjang di beberapa tempat.

"(Kami) meminta masyarakat untuk tidak mengantri atau mengisi ulang dalam tiga hari ke depan sampai 1.190 pengiriman SPBU selesai," kata Menteri Tenaga Kerja Kanchana Wijesekera hari ini.

Wickremesinghe belum menemukan calon untuk jabatan penting menteri keuangan, yang akan bernegosiasi dengan Dana Moneter Internasional untuk bantuan keuangan yang sangat dibutuhkan negara.

Mantan Menteri Keuangan Ali Sabry telah mengadakan pembicaraan awal dengan IMF, tetapi dia berhenti bersama dengan Mahinda Rajapaksa minggu lalu.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id