Australia akan Tawarkan Permanent Resident untuk Warga Hong Kong

    Willy Haryono - 12 Juli 2020 14:06 WIB
    Australia akan Tawarkan Permanent Resident untuk Warga Hong Kong
    Pemandangan salah satu sudut kota Hong Kong. (Foto: AFP)
    Canberra: Pemerintah Australia mengaku akan menawarkan status warga tetap (permanent resident) ke sekitar 10 ribu pemegang paspor Honng Kong yang saat ini sedang tinggal di Negeri Kanguru. Mereka semua dapat mencoba mengajukan permanent resident begitu visa mereka habis.

    Pemerintahan Australia di bawah Perdana Menteri Scott Morrison khawatir warga Hong Kong pendukung gerakan demokrasi akan mendapat persekusi di bawah Undang-Undang Keamanan Nasional yang telah diadopsi Tiongkok.

    "Ini artinya akan ada banyak pemegang paspor Hong Kong yang mencari destinasi lain. Itulah mengapa kami menyuguhkan opsi visa bagi mereka," kata pelaksana tugas Menteri Imigrasi Australia Alan Tudge kepada saluran televisi Australian Broadcasting Corp. pada Minggu 12 Juli 2020.

    Untuk mendapatkan status permanent resident, pemegang paspor Hong Kong masih harus melewati "tes karakter, keamanan nasional, dan sebagainya. Tidak otomatis," tutur Tudge, dilansir dari laman Telegraph, Minggu 12 Juli 2020.

    Nantinya, jika para pemegang paspor Hong Kong sudah menjadi permanent resident, maka terbuka peluang bagi mereka untuk mendapatkan status kewarganegaraan Australia.

    "Jika mereka dipersekusi dan memang dapat membuktikannya, maka mereka dapat mengajukan salah satu visa kemanusiaan kami," ucap Tudge.

    Pekan kemarin, PM Morrison membekukan sementara perjanjian ekstradisi Australia dengan Hong Kong. Ia juga memperpanjang visa bagi warga Hong Kong di Australia dari dua menjadi lima tahun.

    Langkah PM Morrison diambil usai Tiongkok meloloskan dan mengadopsi UU Keamanan Nasional untuk Hong Kong. Sejumlah kritik khawatir UU semacam itu dapat mengikis kebebasan dan otonomi Hong Kong.

    Kementerian Luar Negeri Australia geram terhadap langkah Australia, dan bertekad akan mengambil "langkah lanjutan" untuk meresponsnya. "Konsekuensinya akan ditanggung penuh oleh Australia," ujar juru bicara Kemenlu Tiongkok, Zhao Lijian.


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id