Aktivis Joshua Wong Khawatir Jadi Target UU Keamanan Tiongkok

    Fajar Nugraha - 26 Juni 2020 15:58 WIB
    Aktivis Joshua Wong Khawatir Jadi Target UU Keamanan Tiongkok
    Aktivis Hong Kong, Joshua Wong (masker hitam) jadi musuh Tiongkok. Foto: AFP
    Hong Kong: Aktivis demokrasi Hong Kong Joshua Wong percaya dia akan menjadi ‘target utama’ dari langkah pemerintah Tiongkok untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional di kota itu. Para kritikus menilai undang-undang akan menghancurkan kebebasannya.

    Undang-undang ini bertujuan untuk mengatasi separatisme, subversi, terorisme, dan kolusi dengan pasukan asing. Meskipun tidak jelas kegiatan apa yang akan membentuk kejahatan semacam itu dan hukuman yang dijatuhkan.

    Wong telah mengumpulkan dukungan untuk gerakan pro-demokrasi di luar negeri, bertemu para politisi dari Amerika Serikat, Eropa dan di tempat lain. Hal tersebut menarik kemarahan Beijing, yang mengatakan ia adalah ‘tangan hitam’ pasukan asing.

    "Saya mungkin akan menjadi target utama undang-undang baru. Tetapi yang membuat saya takut bukanlah potensi pemenjaraan saya, tetapi kenyataan suram bahwa undang-undang baru akan menjadi ancaman terhadap masa depan kota dan bukan hanya kehidupan pribadi saya," kata Wong, seperti dikutip Channel News Asia, Jumat, 26 Juni 2020.

    "Jurnalis, kelompok hak asasi manusia, LSM, dan ekspatriat mungkin menjadi mangsa undang-undang baru karena semua suara yang berselisih dapat dituduh menghasut subversi, seperti situasi di Tiongkok,” tegasnya.

    Rancangan undang-undang tersebut telah mengkhawatirkan pemerintah asing dan aktivis demokrasi Hong Kong. Para aktivis khawatir bahwa Beijing sedang mengikis tingkat otonomi yang tinggi yang diberikan kepada bekas jajahan Inggris ketika dikembalikan ke pemerintahan Tiongkok pada 1997.

    Negeri Tirai Bambu mengatakan undang-undang keamanan nasional hanya akan menargetkan sekelompok kecil pengacau dan orang-orang yang mematuhi undang-undang tidak memiliki alasan untuk khawatir.

    Badan pembuat keputusan utama parlemen Tiongkok telah menjadwalkan pertemuan 28-30 Juni. Undang-undang itu, yang akan membuka jalan bagi perubahan terbesar pada cara hidup kota itu sejak penyerahannya pada 1997, diperkirakan akan diberlakukan pada saat pertemuan.

    Salah satu wajah yang paling dikenal secara global dalam gerakan demokrasi Hong Kong, Wong, 23, memulai kegiatannya di sekolah menengah ketika ia memimpin mogok makan melawan sistem pendidikan nasional. Dia kemudian menjadi salah satu pemimpin protes untuk Gerakan Payung pro-demokrasi 2014 .

    "Saya meminta dunia untuk berdiri dengan Hong Kong dan mendesak Tiongkok untuk menarik kembali hukum kejahatan ini," pungkas Wong.




    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id