Jelang Lockdown, Ribuan Warga Bangladesh Jalan Kaki ke Kantor

    Marcheilla Ariesta - 28 Juni 2021 17:07 WIB
    Jelang Lockdown, Ribuan Warga Bangladesh Jalan Kaki ke Kantor
    Warga Bangladesh berjalan kaki ke kantor karena transportasi dihentikan jelang lockdown. Foto: AFP.



    Dhaka: Ribuan orang 'terdampar' di ibu kota Bangladesh pada Senin, 28 Juni 2021. Di saat yang sama, pihak berwenang menghentikan hampir semua transportasi umum jelang penguncian (lockdown) besar-besaran yang diberlakukan untuk memerangi meningkatnya infeksi Covid-19.

    Bangladesh melaporkan 119 kematian akibat Covid-19 pada akhir pekan kemarin. Angka tersebut dilaporkan sebagai yang tertinggi sejak awal pandemi.

     



    Sementara itu, rata-rata infeksi harian Covid-19 di Bangladesh mencapai 5.000 dalam beberapa hari terakhir.

    Dilansir dari AFP, para pejabat Bangladesh mencurigai varian Delta sebagai penyebab terjadinya lonjakan kasus. Varian tersebut pertama kali diidentifikasi di negara tetangga, India.

    Mayoritas dari 168 juta penduduk Bangladesh akan 'terkurung' di rumah mereka masing-masing mulai Kamis mendatang. Hanya layanan penting dan beberapa pabrik ekspor yang diizinkan beroperasi selama lockdown.

    Pengumuman lockdown memicu eksodus pekerja migran dari ibu kota Dhaka ke sejumlah desa. Puluhan ribu orang berdesakan dalam kapal feri untuk menyeberangi sungai-sungai besar.

    Baca juga: Kasus Varian Delta Melonjak, Bangladesh Umumkan Lockdown Terbaru

    Implementasi aturan menjelang lockdown membuat ribuan pekerja di Dhaka terpaksa berjalan ke kantor mereka sepanjang Senin ini. Mereka hendak menyelesaikan pekerjaan di kantor masing-masing sebelum area perkantoran ditutup total mulai Rabu mendatang.

    "Saya mulai berjalan kaki pada pukul 07.00. Saya tidak bisa mendapatkan bus atau kendaraan lain. Saya tidak mampu naik becak," ucap Shefali Begum (60).

    Becak sepeda diizinkan beroperasi, namun harganya melonjak tajam sehingga tidak terjangkau bagi sebagian pengguna.

    Pembatasan kegiatan dan pergerakan sempat diberlakukan di seluruh Bangladesh pada pertengahan April ketika kasus dan kematian akibat Covid-19 melonjak ke level tertinggi sejak awal pandemi.

    Infeksi sempat menurun pada Mei lalu, tetapi mulai meningkat lagi di sejumlah wilayah Bangladesh bulan ini, yang kemudian memicu pembatasan yang lebih keras.

    Bangladesh telah mencatat lebih dari 880.000 infeksi dan 14 ribu kematian akibat Covid-19. Meski demikian, para ahli menilai jumlah sebenarnya mungkin lebih tinggi dari data resmi.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id