Kerap Dituding Langgar HAM, Pemerintah Xinjiang Angkat Bicara

    Marcheilla Ariesta - 19 November 2021 00:47 WIB
    Kerap Dituding Langgar HAM, Pemerintah Xinjiang Angkat Bicara
    Amnesty International laporkan Tiongkok ciptakan neraka untuk Uighur. AFP.



    Jakarta: Tiongkok kerap mendapat tudingan melakukan pelanggaran hak asasi manusia di Provinsi Xinjiang, yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Namun, tudingan tersebut dibantah Pemerintah Daerah Xinjiang dalam kegiatan Xinjiang is a Wonderful Land, Kamis, 18 November 2021.

    "Yang dilakukan Xinjiang saat ini terbuka dan jujur, untuk membawa manfaat ke seluruh kelompok etnis di provinsi kami," kata Wakil Ketua Komite Kongres Rakyat Xinjiang, Togti Yaqup.

     



    Dia menyebut Xinjiang selalu memastikan hak-hak setara bagi seluruh kelompok etnis. Yaqup menuturkan negara Barat, termasuk Amerika Serikat (AS) tidak memperhatikan upaya besar yang mereka lakukan.

    Menurutnya, apa yang dilakukan negara Barat terlalu dibuat-buat. Salah satunya, terkait kamp konsentrasi yang dilaporkan menekan etnis Uighur sebagai minoritas muslim di Xinjiang.

    Namun, menurut Yaqup, yang terjadi adalah kamp tersebut membangun pusat vokasi dan pelatihan yang sesuai dengan Undang-undang.

    "Seluruh upaya yang kita ambil sejalan dengan strategi dan prinsip kontraterorisme PBB," tutur dia.

    Sementara itu, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, mengatakan Xinjiang merupakan rumah bagi berbagai kelompok etnis Tiongkok. "Di mana budaya etnis dan agama yang berbeda hidup berdampingan," ujar dia.

    Menurutnya dalam beberapa dekade terakhir banyak kemajuan di bidang ekonomi dan sosial yang luar biasa. Namun, di sisi lain ada penurunan, termasuk ekstremisme dan aktivitas kekerasan.

    "Inilah mengapa langkah tegas diambil untuk mencegah dan melawan ekstremisme dan separatisme, yang sesuai hukum dan memikirkan HAM masyarakat," lanjut Xiao.

    Dia menegaskan apa yang diberitakan negara Barat terlalu dilebih-lebihkan dan tidak sesuai fakta.

    Lembaga HAM Amnesty International melaporkan sejumlah penghuni kamp vokasi mengaku didoktrin untuk meninggalkan kepercayaannya, berhenti menggunakan bahasa dan praktik kebudayaan lainnya, dan mempelajari bahasa Mandarin.

    Salah satu tuduhan yang dilayangkan kepada Tiongkok adalah Xinjiang telah melakukan genosida pada etnis minoritas. Namun tudingan ini terus-menerus dibantah Tiongkok.

    Baca: Amnesty International: Tiongkok Ciptakan Neraka untuk Uighur di Xinjiang
     

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id