Dalang Pelecehan Seksual Daring Korsel Dipenjara 40 Tahun

    Marcheilla Ariesta - 27 November 2020 20:02 WIB
    Dalang Pelecehan Seksual Daring Korsel Dipenjara 40 Tahun
    Cho Ju-bin, terdakwa pelecehan seksual dari Korea Selatan. Foto: BBC.
    Seoul: Pengadilan Korea Selatan menjatuhkan hukuman 40 tahun penjara kepada dalang salah satu jaringan pelecehan seksual online terbesar di negara itu. Cho Ju-bin dinyatakan bersalah karena menjalankan grup yang memeras para gadis berbagi video seksual mereka.

    Video tersebut kemudian diunggah di ruang obrolan berbayar. Setidaknya ada 10 ribu orang menggunakan ruang obrolan tersebut dengan membayar hingga USD1.200 (setara Rp16,9 juta) untuk akses.

    Sekitar 74 orang, termasuk 16 gadis di bawah umur dieksploitasi.

    "Terdakwa telah menyebarkan konten pelecehan seksual secara luas yang dia buat dengan memikat dan mengancam banyak korban," kata Pengadilan Distrik Pusat Seoul, dilansir dari kantor berita Yonhap, Jumat, 27 November 2020.

    Cho dinyatakan bersalah karena melanggar undang-undang untuk melindungi anak-anak dari pelecehan seksual dan menjalankan jaringan kriminal yang memproduksi dan menjual video-video kekerasan seks untuk mendapatkan keuntungan.

    Sindikat kriminal Cho menjual video yang diperolehnya melalui pemerasan ke ruang obrolan rahasia di aplikasi Telegram.

    Kasus ini memicu protes nasional di Negeri Ginseng. Pada Maret lalu, komite polisi mengambil langkah tidak biasa dengan mengungkap Cho, lulusan perguruan tinggi berusia 25 tahun.

    Ia ditangkap setelah lima juta orang menandatangani petisi yang memintanya agar anonimitasnya dicabut.

    "Saya minta maaf kepada mereka yang tersakiti karena perbuatan saya," tutur Cho kala itu.

    "Terima kasih telah menghentikan kehidupan iblis (dalam diri) yang tidak bisa dihentikan," imbuhnya.

    Polisi mengungkapkan setidaknya 124 tersangka ditangkap dan 18 operator ruang obrolan di Telegram dan media sosial lain, termasuk Cho, ditahan setelah penyelidikan kejahatan seksual serupa sejak akhir tahun lalu.

    Lima terdakwa lainnya sudah menerima hukuman mulai dari tujuh hingga 15 tahun penjara.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id