Australia Larang Semua Warga Pergi ke Luar Negeri

    Willy Haryono - 18 Maret 2020 07:09 WIB
    Australia Larang Semua Warga Pergi ke Luar Negeri
    PM Australia Scott Morrison (tengah) berbicara dalam konferensi pers di Sydney, 13 Maret 2020. (Foto: AFP/DAVID GRAY)
    Canberra: Australia melarang semua warganya untuk tidak pergi ke luar negeri demi menekan penyebaran penyakit virus korona (covid-19). Perdana Menteri Australia mengatakan, larangan ini berlaku hingga "jangka waktu yang tak ditentukan."

    Selain larangan bepergian, semua warga Australia juga dilarang menggelar perkumpulan massa yang melibatkan lebih dari 100 individu.

    "Ini merupakan peristiwa yang terjadi satu kali dalam 100 tahun," ujar PM Morrison, merujuk pada pandemi covid-19. "Kita tidak pernah melihat hal seperti ini di Australia sejak akhir Perang Dunia I," lanjutnya.

    "Kita akan tetap membuat Australia berfungsi sebagai sebuah negara, walau tidak akan berjalan seperti biasanya," ungkap PM Morrison, seperti dilansir dari laman AFP, Rabu 18 Maret 2020. Ia menambahkan, situasi semacam ini mungkin akan berlangsung selama enam bulan ke depan.

    Australia sejauh ini mencatat lebih dari 450 kasus terkonfirmasi covid-19. Sejauh ini, terdapat lima kematian akibat korona di Australia.

    PM Morrison menolak seruan sebagian pihak yang menginginkan agar semua sekolah ditutup. Ia menilai penutupan sekolah akan berdampak buruk bagi masyarakat dan juga perekonomian negara.

    "Apapun yang kita lakukan sekarang, lakukanlah untuk enam bulan ke depan," tutur PM Morrison. Ia menilai penutupan semua sekolah juga berpotensi menghilangkan 30 persen staf medis, yang akan lebih memilih menemani anak-anak mereka di rumah.

    Larangan bepergian ke luar negeri diumumkan PM Morrison saat dua maskapai utama Australia, Qantas dan Virgin Australia, memangkas penerbangan internasional sebanyak 90 dan 100 persen.

    Mengakui bahwa ini merupakan peristiwa pertama yang pernah terjadi dalam sejarah Australia, PM Morrison menegaskan bahwa larangan bepergian ke luar negeri penting untuk mencegah masuknya covid-19 ke Negeri Kanguru.

    Sementara larangan berkumpul lebih dari 100 orang berlaku bagi acara "non-esensial." Larangan ini tidak berlaku bagi transportasi publik, pusat perbelanjaan, dan sekolah.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id