Sebut 'Skema Jahat', Korut Tolak Bantuan Kemanusian dari AS

    Willy Haryono - 12 Juli 2021 17:04 WIB
    Sebut Skema Jahat, Korut Tolak Bantuan Kemanusian dari AS
    Korea Utara (Korut) tolak bantuan dari Amerika Serikat (AS). Foto: AFP



    Pyonyang: Seorang peneliti Korea Utara (Korut) menyebutkan, bantuan kemanusiaan Amerika Serikat (AS) adalah ‘skema politik jahat’ untuk menekan negara lain. Hal diutarakan setelah datang usulan dari Korea Selatan (Korsel) yang menyarakan bantuan vaksin atau lainnya di masa pandemi covid-19, dapat mendorong kerja sama.

    Hal itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Korea Utara yang menerbitkan kritik terhadap bantuan AS. Kritikan di situs resmi pada Minggu 11 Juli, menjadi sebuah indikasi yang jelas bahwa itu mencerminkan pemikiran pemerintah.

     



    Kang Hyon Chol, yang diidentifikasi sebagai peneliti senior di Asosiasi untuk Promosi Pertukaran Ekonomi dan Teknologi Internasional yang berafiliasi dengan kementerian, menyebutkan serangkaian contoh dari seluruh dunia yang menurutnya menyoroti praktik AS dalam menghubungkan bantuan dengan tujuan kebijakan luar negerinya atau tekanan pada masalah hak asasi manusia.

    "Ini dengan jelas mengungkapkan bahwa niat tersembunyi Amerika untuk menghubungkan 'bantuan kemanusiaan' dengan 'masalah hak asasi manusia' adalah untuk melegitimasi tekanan mereka pada negara-negara berdaulat dan mencapai skema politik jahat mereka," tulis Kang, seperti dikutip dari The Straits Times, Senin 12 Juli 2021.

    Di antara contoh yang dia sebutkan adalah menurunnya bantuan Amerika kepada pemerintah di Afghanistan, di mana AS akan menarik pasukannya yang terakhir dalam beberapa minggu mendatang.

    "Dalam praktik sebenarnya, banyak negara telah mengalami rasa pahit sebagai akibat dari menggantungkan banyak harapan pada 'bantuan' dan 'bantuan kemanusiaan' Amerika," tegas Kang.

    Para pejabat Amerika mengatakan bahwa mereka mendukung bantuan kemanusiaan ke Korea Utara tetapi tidak ada upaya yang sedang dilakukan untuk memberikan bantuan langsung.

    Sementara Korea Selatan telah berjanji akan menyediakan vaksin virus korona jika diminta, dan beberapa analis berpendapat bahwa bantuan asing semacam itu dapat membuka peluang untuk melanjutkan pembicaraan diplomatik dengan Korea Utara, yang telah menolak sebagian besar tawaran dari Seoul dan Washington sejak 2019.

    Kementerian Unifikasi Korea Selatan, yang menangani hubungan dengan Korea Utara, mencatat bahwa artikel itu bukan pernyataan resmi dan mengatakan akan terus mencari cara untuk bekerja sama dengan Pyongyang untuk memastikan kesehatan dan keselamatan di kedua Korea.

    Korea Utara tidak menunjukkan tanda-tanda ketertarikan publik pada bantuan dari Korea Selatan atau Amerika Serikat, meskipun telah menerima setidaknya bantuan terbatas dari Tiongkok dan Rusia.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id