Pakai Foto Jungkook BTS untuk Kampanye, Anggota Parlemen Korsel Dikritik

    Marcheilla Ariesta - 10 Juni 2021 21:23 WIB
    Pakai Foto Jungkook BTS untuk Kampanye, Anggota Parlemen Korsel Dikritik
    Foto Jungkook BTS dipakai untuk kampanye oleh anggota parlemen Korsel. Foto: AFP.



    Seoul: Anggota parlemen termuda Korea Selatan, Ryu Ho-jeong meminta maaf setelah menggunakan gambar penyanyi Jeon Jungkook - salah satu anggota grup BTS - untuk mempromosikan kampanyenya meliberalisasi UU Pembatasan Negara mengenai tato. Aksinya memicu kemarahan penggemar BTS yang disebut Army.

    Jungkook merupakan salah satu idola K-Pop yang memiliki tato. Sedangkan, Korsel memiliki batasan ketat akan tato.

     



    Meskipun tidak digolongkan ilegal, menato tubuh hanya dapat dilakukan oleh dokter yang memenuhi syarat. Pelanggar prosedur menghadapi kemungkinan hukuman penjara.

    Walaupun tato telah menjadi lebih luas dalam beberapa tahun terakhir, banyak tokoh hiburan masih menggunakan plester untuk menyembunyikannya sebelum tampil di televisi.

    Ryu -- yang mengaku sebagai penggemar BTS -- mengunggah foto Jungkook ke akun media sosialnya. Dalam foto tersebut, tampak tato Jungkook yang bertuliskan kata ARMY terlihat di lengan kanannya.

    "Pernahkah Anda melihat selebritas favorit Anda ditutupi perban di tubuh mereka?" kata Ryu, dilansir dari AFP, Kamis, 10 Juni 2021.

    "Pemandangan mengerikan ini adalah hasil dari peraturan stasiun televisi tentang tato," imbuh dia.

    Ryu mengusulkan RUU untuk memungkinkan ahli tato terlatih untuk disertifikasi secara hukum. Tetapi akun media sosialnya dibanjiri kritik, termasuk lebih dari 1.000 komentar di posting Facebook-nya.

    Baca juga: Bikin Kisruh! BTS Meal Masih Dijual hingga Juli

    "Jangan gunakan selebriti untuk agenda politikmu. Saya senang aku sudah berhenti mendukung partaimu," seru seorang penggemarnya.

    Penggemar K-pop sangat melindungi idola mereka, sementara Ryu Ho-jeong dari partai Keadilan minor progresif tidak melakukan apa pun untuk mengklaim bahwa dia mendapat dukungan Jungkook. Ia dituding menyeret idola K-Pop tersebut ke dalam politik.

    Anggota parlemen berusia 28 tahun, mantan aktivis buruh yang sekarang memegang kursi perwakilan proporsional. Ia mengatakan hanya ingin mempromosikan RUU-nya melalui konten sehari-hari dan populer.

    "Saya ingin meminta maaf jika ada yang tersinggung," tambahnya.

    Meski demikian, ia tidak menghapus foto tersebut dari akunnya. Akibatnya, komentar kritis dari penggemar BTS terus meningkat.

    (WAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id