Australia Uji Coba Perangkat Pengenalan Wajah untuk Warga yang Dikarantina

    Marcheilla Ariesta - 16 September 2021 23:49 WIB
    Australia Uji Coba Perangkat Pengenalan Wajah untuk Warga yang Dikarantina
    Australia uji coba perangkat pengenala wajah untuk warga yang dikarantina. Foto: AFP.



    Sydney: Dua negara bagian terpadat di Australia sedang menguji coba perangkat lunak pengenalan wajah yang memungkinkan polisi memeriksa orang-orang di rumah selama karantina covid-19. Keduanya juga memperluas uji coba yang telah memicu kontroversi bagi sebagian besar penduduk.

    Perusahaan teknologi Genvis mengatakan di situs web untuk perangkat lunaknya bahwa New South Wales dan Victoria sedang menguji coba produk pengenalan wajahnya. Genvis mengatakan uji coba dilakukan atas dasar sukarela.

     



    Negara bagian Australia Selatan mulai menguji coba teknologi non-Genvis yang serupa bulan lalu. Langkah ini memicu peringatan dari para pendukung privasi di seluruh dunia tentang potensi pengawasan yang berlebihan.

    Keterlibatan New South Wales dan Victoria, yang belum mengungkapkan bahwa mereka sedang menguji coba teknologi pengenalan wajah, dapat memperkuat kekhawatiran tersebut.

    "Kami berencana memulai beberapa opsi karantina rumah untuk warga Australia yang kembali," kata Perdana Menteri New South Wales, Gladys Berejiklian, dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 16 September 2021.

    Baca juga: Angka Kasus Covid-19 Stabil, Sydney Cabut Jam Malam

    Di bawah sistem yang sedang diuji coba, warga menanggapi permintaan check-in acak dengan mengambil swafoto di alamat karantina yang ditentukan.

    Jika perangkat lunak tidak memverifikasi gambar dengan "tanda tangan", polisi dapat menindaklanjuti dengan kunjungan ke lokasi untuk memastikan keberadaan orang tersebut.

    Meskipun teknologi tersebut telah digunakan di Australia Barat sejak November lalu, baru-baru ini teknologi tersebut dijadikan sebagai alat untuk memungkinkan negara itu membuka kembali perbatasannya. 

    Hal ini dapat mengakhiri sistem yang berlaku sejak awal pandemi yang mengharuskan kedatangan internasional untuk menghabiskan waktu dua minggu karantina hotel di bawah penjagaan polisi.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id