Pengamat: Pelantikan Biden Kemungkinan Disambut Peluncuran Rudal Korut

    Marcheilla Ariesta - 27 November 2020 19:30 WIB
    Pengamat: Pelantikan Biden Kemungkinan Disambut Peluncuran Rudal Korut
    Korea Utara memamerkan rudal saat parade militer. Foto: AFP
    Pyongyang: Korea Utara telah menyambut dua presiden terakhir Amerika Serikat dengan uji coba rudal atau bom nuklir beberapa pekan setelah mereka menjabat. Para ahli menduga kemungkinan hal serupa akan terjadi pada Joe Biden, presiden terpilih AS yang baru.

    Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un merupakan salah satu dari sedikit pemimpin dunia yang belum memberikan selamat, atau bahkan mengakui Biden sebagai presiden. Oleh rezim Kim, Biden disebut 'anjing gila'.

    Bukan hal aneh bagi Korut untuk tetap bungkam atas hasil pemilihan presiden AS. Namun, Kim telah bertemu dengan Presiden Donald Trump yang mematahkan pola hubungan antara musuh lama.

    Di bawah kepemimpinan Biden, mereka sepertinya siap untuk kembali ke hari-hari saat pemerintaha Barack Obama, yakni saat Korut dipenuhi sanksi atas 'provokasi' nuklir.

    "Terlepas dari siapa presiden AS, rezim Korea Utara tidak mungkin mengubah perilakunya atau mengalihkan strateginya ke AS," ucap analis kebijakan Rand Corp yang sebelumnya bekerja di Agensi Intelijen Pusat.

    "Nuklir akan bertahan, Kim akan terus membangun dan memeras, dan strateginya telah terbukti berhasil selama beberapa dekade. Jadi mengapa harus mengubah apa yang menurut mereka berhasil dilakukan?" imbuhnya, dilansir dari Straits Times, Jumat, 25 November 2020.

    Pada 2009, Korut menguji Obama dengan peluncuran roket jarak jauh dan perangkat nuklir dalam beberapa bulan setelah ia mengambil alih kekuasaan. Sementara Trump disambut di Gedung Putih dengan serangkaian uji coba rudal balistik yang puncaknya dengan meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM).

    Menurut para ahli, ICBM Korut dapat mengirimkan hulu ledak nuklir ke seluruh AS. Uji coba rudal yang paling mungkin kali ini adalah ICBM.

    Bisa juga roket baru Korea Utara yang diluncurkan pada parade militer pada Oktober lalu, yang dirancang untuk membawa banyak hulu ledak nuklir ke  AS. Pentagon mengatakan awal bulan ini bahwa mereka telah berhasil mencegat tiruan ICBM yang dikembangkan oleh Korea Utara.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id