Selandia Baru Longgarkan Aturan Karantina Bagi Pendatang Luar Negeri

    Medcom - 28 Oktober 2021 15:05 WIB
    Selandia Baru Longgarkan Aturan Karantina Bagi Pendatang Luar Negeri
    Pemerintah Selandia Baru keluarkan aturan baru karantina covid-19. Foto: AFP



    Wellington: Pemerintah Selandia Baru mengatakan, pihaknya akan melonggarkan pembatasan perbatasan covid-19 yang telah diberlakukan sejak Maret 2020 lalu. Pernyataan pada Kamis, 28 Oktober 2021 tersebut mencakup aturan karantina.

    Dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 28 Oktober 2021, Selandia Baru akan beralih ke sistem isolasi rumah untuk kedatangan luar negeri yang divaksinasi penuh mulai awal 2022. Negeri Kiwi menjadi yang pertama menutup perbatasan sebagai tanggapan terhadap hantaman pandemi tahun lalu.

     



    Negara yang memiliki populasi lebih dari lima juta penduduk ini pun diketahui telah lama mempertahankan pembatasan perbatasannya secara ketat, membuat para warga asing dan penduduk terdampar selama berbulan-bulan.

    Pemerintah Selandia Baru mengatakan, mulai 14 November mendatang pelancong luar negeri yang divaksinasi penuh hanya akan menghabiskan tujuh hari di fasilitas karantina negara.  Dimana ini merupakan setengah dari waktu persyaratan yang berlaku saat ini.

    Menteri Tanggap Covid-19 Selandia Baru, Chris Hipkins mengatakan, isolasi mandiri di rumah juga akan diperkenalkan pada kuartal pertama 2022. “Kami sangat menyadari tekanan yang meningkat di perbatasan saat dunia mulai terhubung kembali,” ujar Hipkins

    Hipkins menegaskan, perjalanan bebas karantina satu arah akan dibuka bagi sejumlah negara Pasifik yang lebih kecil seperti Samoa, Tonga, dan Vanuatu mulai 8 November mendatang.

    Kini, Selandia Baru disebut tidak dapat menghentikan wabah varian Delta, dimana memaksa negara ini untuk meninggalkan strategi eliminasi dan beralih ke hidup berdampingan dengan virus korona.

    Namun, Selandia Baru dinilai bernasib jauh lebih baik daripada banyak negara yang sebanding. Pembatasan ketat telah membantu membatasi kasus covid-19 menjadi sekitar 5.900 kasus positif secara total dan hanya mencapai 28 kasus kematian.

    Disamping itu, pembatasan perjalanan membuat marah berbagai pihak, salah satunya yang terbaru bergabung dengan paduan suara. Ia adalah peraih medali emas berlayar Olimpiade dan pemenang Piala Amerika sebanyak lima kali, Russell Coutts.

    Coutts mengatakan, stadion penuh di sejumlah turnamen sepakbola seperti Liga Premier Inggris dan Liga Champions Eropa, serta turnamen golf Ryder Cup adalah bukti bahwa orang-orang di luar negeri telah hidup dengan covid-19.

    “Meskipun beberapa orang, mungkin banyak, tetap berhati-hati, sebagian besar kehidupan telah kembali normal di banyak tempat. Tapi bukan itu yang diberitahukan kepada kami di sini di Selandia Baru,” cuit Coutts dalam unggahan Facebook.

    “Erosi kebebasan memilih, kebebasan berbicara, dan hilangnya waktu berharga bersama keluarga dan teman, serta semua aspek negatif lainnya dari penguncian harus diimbangi dengan risiko kesehatan covid-19,” tambahnya.

    Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern pun mengatakan pekan lalu, Selandia Baru akan mengakhiri tindakan penguncian yang ketat, saat 90 persen dari populasi yang memenuhi syarat telah divaksinasi secara penuh.

    Saat ini, sekitar 72 persen warga Selandia Baru memenuhi syarat disebut telah divaksinasi secara penuh. Sementara itu, hampir 87 persen telah menerima dosis pertama. (Nadia Ayu Soraya)

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id