Kim Jong-un Kunjungi Lokasi Bencana Topan Bavi, Tepis Laporan Koma

    Fajar Nugraha - 28 Agustus 2020 06:49 WIB
    Kim Jong-un Kunjungi Lokasi Bencana Topan Bavi, Tepis Laporan Koma
    Kim Jong-un (tengah) saat memimpin rapat perombakan Komisi Urusan Negara (SAC). Foto: AFP
    Seoul: Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengatakan Topan Bavi mendarat di wilayah negaranya pada Kamis 27 Agustus 2020 pagi. Namun menurutnya topan itu hanya menyebabkan kerusakan minimal.

    Baca: Diisukan Koma, Korut Rilis Foto Terbaru Kim Jong-un.

    Kim, yang mengunjungi Provinsi Hwanghae Selatan barat daya Pyongyang, telah mengeluarkan peringatan untuk mencegah kerusakan tanaman dan jatuhnya korban akibat topan. Topan itu juga memicu hujan lebat dan banyaknya pohon tumbang di Pyongyang.

    Korea Utara, yang juga meningkatkan upaya untuk memerangi virus korona baru, menyebut Topan Bavi sebagai Topan No. 8.

    "Dia mengatakan bahwa skala kerusakan dari Topan No. 8 lebih kecil dari yang diperkirakan. Dia sangat khawatir dan dia merasa beruntung kerusakannya tidak besar,” ujar Kim Jong-un kepada KCNA, seperti dikutip AFP, Jumat 28 Agustus 2020.

    Kunjungan Kim dilakukan setelah televisi pemerintah KCTV menayangkan adegan kerusakan akibat badai. Hujan deras awal bulan ini yang menyebabkan banjir dan merusak tanaman telah meningkatkan kekhawatiran tentang persediaan makanan di negara yang terisolasi itu.

    Kim memuji pejabat partai karena mengambil tindakan untuk mengurangi korban dan meminimalkan kerusakan akibat badai. Kantor berita negara tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang skala kerusakan tersebut.

    Masa depan Kim


    Kemunculan Kim Jong-un seperti menepis kabar bahwa dirinya saat ini dalam kondisi koma. Selain itu, kondisi kesehatan Kim memicu kabar bahwa adik perempuannya, Kim Yo-jong akan segera menggantikannya.

    Namun pada 25 Agustus 2020, KCNA merilis foto Kim Jong-un tengah melakukan rapat untuk memimpin penanganan covid-19.

    KCNA, melaporkan Kim telah mengumpulkan politbiro untuk menyerukan upaya pencegahan terhadap virus korona. Pertemuan tersebut sekaligus membahas persiapan menghadapi Topan Bavi.

    Sebelumnya, Chang Song-min, mantan asisten mendiang presiden Korea Selatan Kim Dae-jung mengatakan bahwa Kim Yo-jong, adik Kim Jong-un, telah dijadikan orang kedua paling berkuasa di negara itu secara de facto.

    Di akun media sosialnya, Chang mengatakan tidak ada pemimpin di Korea Utara akan mempercayakan kepemimpinan kepada siapa pun, kecuali dia terlalu sakit untuk memerintah atau disingkirkan melalui kudeta.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id