Pasien Sembuh Covid-19 di Korsel Lampaui Infeksi Aktif

    Arpan Rahman - 29 Maret 2020 17:00 WIB
    Pasien Sembuh Covid-19 di Korsel Lampaui Infeksi Aktif
    Petugas menyemprotkan disinfektan di sebuah stasiun bawah tanah di Seoul, Korsel. (Foto: AFP)
    Seoul: Otoritas kesehatan Korea Selatan kembali melaporkan kabar baik di tengah pandemi virus korona (covid-19). Setelah terus mengalami tren penurunan kasus covid-19, kini jumlah pasien sembuh di Korsel telah melampaui angka infeksi aktif.

    Menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) hingga Sabtu 28 Maret, total ada 4.881 pasien sembuh dan 4.597 yang masih dirawat. Sementara hari ini, Minggu 29 Maret 2020, Universitas Johns Hopkins mencatat jumlah pasien sembuh dari covid-19 di Korsel menjadi 5.033, dan yang masih dirawat 4.398.

    "Kami meyakini keberhasilan ini sebagai hasil dari upaya keras masyarakat, yang terus menjaga proses disinfektan dan juga aktif berpartisipasi dalam menjaga jarak sosial (social distancing)," kata Wakil Direktur KCDC Kwon Joon-wook, dilansir dari UPI.

    Universitas Johns Hopkins mencatat kini Korsel berada di urutan ke-11 di bawah Belanda dalam jumlah kasus terbanyak covid-19. Secara global, hingga Minggu 29 Maret, total kasus covid-19 telah melampaui 666 ribu dengan lebih dari 30 ribu kematian dan 141.789 pasien sembuh.

    Wook menekankan bahwa semua warga Korsel "tidak boleh berpuas diri" karena sejumlah infeksi aktif covid-19 masih menimbulkan korban jiwa. Ia menambahkan bahwa semua warga Korsel juga tidak boleh melanggar aturan social distancing, setidaknya hingga 5 April mendatang.

    Para pelanggar social distancing di Korsel terancam dikenai denda atau divonis satu tahun penjara.

    Saat ini, Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah kasus tertinggi covid-19. Italia dan Tiongkok berada di bawahnya, dengan masing-masing jumlah kasus di kisaran 92 ribu dan 82 ribu.

    Meski AS mencatat jumlah kasus terbanyak, angka kematiannya lebih rendah dibanding Italia dan Tiongkok. Korban covid-19 di AS hingga Minggu ini melampaui 2.100, sementara di Italia melewati 10 ribu dan Tiongkok 3.304.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) khawatir AS akan menjadi pusat pandemi baru karena lonjakan jumlah kasusnya telah melewati Eropa dan juga Tiongkok, negara tempat pertama kali munculnya covid-19.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id