Tsunami Covid-19 di India yang Kian Parah

    Willy Haryono - 19 April 2021 07:55 WIB
    Tsunami Covid-19 di India yang Kian Parah
    Warga India mengikuti festival keagamaan 'Chaiti Chhath Puja', di Sungai Gangga, 18 April 2021. Foto: AFP



    New Delhi: India menunjukkan angka penularan covid-19 yang terus meningkat. Kondisi saat ini makin diperparah usai sebuah upacara keagamaan pekan lalu.

    Masyarakat India sempat merasa bahwa kondisi saat ini sudah ’normal’. Pesta pernikahan dihadiri ratusan orang hingga sikap abai atas protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker di ruang publik.






    Paling anyar, lebih dari 1.000 orang positif covid-19 setelah mengikuti ritual mandi massal, Kumbh Mela, di Sungai Gangga.

    Hal ini menjadi sorotan besar dari Dr K Senthil, seorang ahli urologi di Coimbatore, Tamil Nadu.

    Sebagai informasi hingga Senin 19 April 2021, berdasarkan data dari Worldometers angka harian pandemi covid-19 di India bertambah hingga 275.306. Sementara total kematian tercatat 178.793 jiwa, bertambah 1.625 dalam satu hari.

    Adapun total kasus virus korona yang melanda Negeri Bollywood sudah mencapai 15.057.767.

    Dr K Senthil takut saat melihat ratusan orang yang mengambil bagian dalam pesta pernikahan besar selama beberapa bulan terakhir. Kekhawatiran itu juga dia alami ketika melihat wajah-wajah pembeli tanpa masker di pasar, takut itu ketika dia menyaksikan ribuan orang berkumpul untuk demonstrasi politik. Pemilihan yang sedang berlangsung di negara bagian Tamil Nadu, India, di mana dia adalah presiden dewan medis negara bagian.

    Namun terlepas dari firasatnya yang semakin besar, gelombang kedua virus korona yang mulai melanda India bulan lalu telah mengacaukan ekspektasi terburuk Senthil sekalipun.

    “Orang-orang menjadi sangat terlena, bertindak seolah-olah virus itu telah hilang, yang tidak masuk akal,” kata Senthil, seorang ahli urologi di Coimbatore, Tamil Nadu, seperti dikutip Guardian.

    “Sekarang kami mengalami gelombang infeksi virus korona yang jauh lebih buruk daripada yang pertama dan skala penyebarannya semakin buruk. Di Tamil Nadu, hanya dibutuhkan waktu 15 hari untuk mencapai tingkat kasus yang sama di rumah sakit yang merupakan puncaknya terakhir kali. Di kota-kota besar di negara bagian, rumah sakit sudah hampir penuh,” ungkapnya.



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id