India Catat Lebih dari 392 Ribu Kasus Harian Covid-19

    Willy Haryono - 02 Mei 2021 12:35 WIB
    India Catat Lebih dari 392 Ribu Kasus Harian Covid-19
    Seorang pasien menanti giliran di dalam ambulans sebuah rumah sakit di New Delhi, India pada 1 Mei 2021. (TAUSEEF MUSTAFA / AFP)



    New Delhi: India mencatat lebih dari 392 ribu kasus harian Covid-19 dalam 24 jam terakhir hingga Minggu, 2 Mei 2021. Menurut catatan Kementerian Kesehatan India, kasus baru Covid-19 bertambah 392.488, yang menjadikan totalnya mencapai 19,5 juta.

    Kemenkes India juga mencatat tambahan 3.689 kematian akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir, sehingga angka totalnya kini 215.542.






    Dilansir dari laman Anadolu Agency, tambahan infeksi harian Covid-19 di India kali ini sedikit menurun dari Sabtu kemarin, yakni 400 ribu -- rekor dunia dari negara mana pun sejauh ini.

    Dari total tambahan infeksi Covid-19 di India pada Minggu ini, New Delhi mencatat 25.219 dengan 412 kematian. Sementara di Maharashtra, negara bagian yang terkena dampak terparah pandemi di India, mencatat tambahan 63 ribu kasus dan 802 kematian.

    Di tengah lonjakan tajam kasus dan kematian akibat Covid-19, India memperluas program vaksinasi Covid-19 pada Sabtu kemarin. India kini mendorong semua warga berusia 18 tahun ke atas untuk menerima suntikan vaksin Covid-19.

    Namun di tengah perluasan ini, sejumlah negara bagian kekurangan pasokan vaksin Covid-19. Masalah harga vaksin yang beragam juga menjadi penghambat lainnya.

    Selain minimnya jumlah vaksin Covid-19, India juga kekurangan pasokan oksigen untuk perawatan pasien. Pemerintah India di bawah kepemimpinan Narendra Modi telah meminta bantuan ke sejumlah negara sahabat mengenai masalah oksigen ini.

    Amerika Serikat, Arab Saudi, Inggris, Pakistan, dan negara-negara lain telah dan akan menyalurkan bantuan ke India. Saat ini, sejumlah bantuan -- termasuk pasokan oksigen -- sudah mulai berdatangan.

    Kurangnya masalah oksigen menjadi masalah serius di India. Sabtu kemarin, 12 pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit di New Delhi meninggal dunia karena petugas kesehatan tak dapat lagi memasok pasokan oksigen.

    Baca:  Fauci Rekomendasikan Lockdown Nasional di India

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id