Taliban Larang Tukang Potong Rambut Cukur Janggut Pelanggan

    Willy Haryono - 27 September 2021 12:12 WIB
    Taliban Larang Tukang Potong Rambut Cukur Janggut Pelanggan
    Sekelompok anggota Taliban berpatroli di salah satu sudut kota Kabul, Afghanistan, 26 September 2021. (WAKIL KOHSAR / AFP)



    Helmand: Kelompok Taliban di Afghanistan melarang tukang potong rambut mencukur janggut pelanggan. Taliban menegaskan, mencukur janggut merupakan pelanggaran terhadap aturan Islam.

    Siapapun yang melanggar aturan akan menerima hukuman, ucap kepolisian penegak syariat yang ditunjuk Taliban. Peringatan ini disampaikan Taliban di provinsi Helmand, dan juga ibu kota Kabul.

     



    Dalam pengumuman yang dipasang di sejumlah salon di Helmand, Taliban mengingatkan bahwa semua tukang potong rambut harus mengikuti aturan Syariah, terutama dalam hal mencukur janggut.

    "Siapapun tidak memiliki hak untuk mengajukan keluhan," tulis pengumuman tersebut, dilansir dari laman BBC, Minggu, 26 September 2021.

    Seorang tukang cukur di Kabul mengaku menerima perintah langsung dari Taliban. "Mereka meminta saya berhenti mencukur janggut pelanggan. Mereka bilang dapat mengirim inspektur untuk menangkap saya," ucapnya.

    Baca:  Taliban Gantung 4 Jenazah di Kota Herat Sebagai Peringatan

    Satu tukang cukur lainnya di Kabul mengaku menerima panggilan telepon dari seseorang yang mengaku sebagai pejabat pemerintah. Ia menerima instruksi untuk "berhenti mengikuti gaya Amerika" dengan tidak memangkas atau menipiskan janggut pelanggan.

    Selama kepemimpinan Taliban di masa lalu, semua pria Afghanistan dilarang menggunakan gaya rambut yang flamboyan, dan mereka juga dilarang memangkas janggut.

    Namun sejak tergulingnya Taliban di tahun 2001, aktivitas mencukur janggut kembali marak di seantero Afghanistan. Para pria di negara tersebut juga banyak yang pergi ke tukang cukur atau salon untuk mengganti gaya rambut mereka.

    Penerapan aturan ini mengindikasikan kembalinya Taliban ke kekuasaan tangan besi di era 1996-2001. Padahal, Taliban sudah berjanji akan menjadi lebih moderat dan inklusif usai kembali menguasai Kabul pada 15 Agustus lalu.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id