Tiongkok: AS Rusak Kerja Sama Atasi Covid-19

    Marcheilla Ariesta - 15 Februari 2021 19:48 WIB
    Tiongkok: AS Rusak Kerja Sama Atasi Covid-19
    Peneliti WHO Peter Ben Embarek (kiri) dengan kepala tim ilmuwan Tiongkok, Liang Wannian (kanan) dalam konferensi pers terkait asal-usul covid-19. Foto: AFP.



    Beijing: Tiongkok membalas tuduhan Amerika Serikat (AS) yang menyebutkan bahwa mereka menyembunyikan beberapa informasi mengenai wabah virus korona (covid-19) dari penyelidik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tuduhan ini disampaikan Gedung Putih pada Minggu, 14 Februari 2021.

    Dalam sebuah pernyataan, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan mengatakan Washington prihatin mengenai cara temuan awal penyelidikan covid-19 dan proses yang digunakan untuk mencari asal-usul virus tersebut.




    "Laporan ini harus independen, dengan temuan ahli yang bebas dari intervensi atau perubahan oleh pemerintah Tiongkok," kata Sullivan, dilansir dari 9news, Senin, 15 Februari 2021.

    "Untuk lebih memahami pandemi ini dan bersiap menghadapi pandemi berikutnya, Tiongkok harus menyediakan datanya sejak hari awal wabah," imbuh dia.

    Tiongkok menanggapi hal ini dengan pernyataan Kedutaan Besar mereka di Washington. Menurut Beijing, AS telah sangat merusak kerja sama internasional terkait covid-19.

    "Dan sekarang menuding negara-negara lain yang telah setia mendukung WHO dan pada WHO sendiri," kata Beijing dalam pernyataan tersebut.

    Baca juga: Peneliti WHO: Tiongkok Tolak Beri Data Kasus Covid-19 di Wuhan

    Meskipun mereka menyambut baik keputusan Presiden AS Joe Biden untuk tidak meninggalkan WHO, Beijing berharap Washington akan 'berpegang teguh pada standar tertinggi'.

    "Mengambil sikap serius, tulus, transparan dan bertanggung jawab, memikul tanggung jawab yang semestinya dengan mendukung WHO, bekerja dengan tindakan nyata dan berkontribusi pada kerja sama internasional terkait covid-19," imbuh Tiongkok.

    Sementara itu, seorang anggota tim penyelidik WHO mengatakan, pihak Tiongkok menolak memberikan data mentah mengenai kasus awal covid-19 di Wuhan. Menurut anggota tersebut, tindakan Tiongkok itu berpotensi mempersulit upaya untuk memahami bagaimana wabah virus korona itu dimulai.

    Tim telah meminta data mentah pasien pada 174 kasus yang telah diidentifikasi Tiongkok dari fase awal wabah di kota Wuhan pada Desember 2019.

    “Kami juga meminta data kasus-kasus lainnya, tetapi hanya diberikan ringkasan,” kata ahli penyakit menular yang merupakan anggota tim, Dominic Dwyer.

    Dwyer mengatakan bahwa mendapatkan akses ke data mentah sangat penting karena hanya setengah dari 174 kasus yang terpapar ke pasar Huanan, pusat makanan laut grosir yang sekarang ditutup. Pasalnya, pasar di Wuhan itu dikenal sebagai tempat virus itu pertama kali terdeteksi.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id