comscore

Setidaknya 131 Tewas Akibat Banjir di Bangladesh dan India

Medcom - 22 Juni 2022 11:05 WIB
Setidaknya 131 Tewas Akibat Banjir di Bangladesh dan India
Warga Bangladesh yang terkena imbas banjir. Foto: AFP
Dhaka: Angka kematian di Bangladesh dan India meningkat hingga sedikitnya 131 lantaran terus dihantam sambaran petir, tanah longsor dan hujan lebat.

Saksi mata di timur Bangladesh melihat sejumlah mayat mengambang setelah hujan lebat selama akhir pekan. Desa-desa di wilayah tersebut sepenuhnya terendam banjir.
Jutaan penduduk distrik Sunamganj dan Sylhet mengungsi ke atap rumahnya selama empat hari terakhir tanpa akses air bersih, makanan, atau obat-obatan.

Situasi bisa semakin buruk mengingat hujan lebat diperkirakan terus turun hingga 48 jam ke depan.

"Saya belum pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya. Saya melihat mayat mengambang di air dan hewan mati hanyut. Tingkat kerusakannya mengerikan,” kata Jakir Hossain, koordinator badan amal Islamic Relief di Sylhet.

“Dalam salah satu misi kami, ada seorang anak yang terjebak di dalam air dan kami berhasil menyelamatkannya sebelum dia tenggelam,” imbuhnya, seperti dikutip dari Telegraph, Rabu 22 Juni 2022

Islamic Relief mengatakan pihaknya memperkirakan jumlah korban tewas akan meningkat secara signifikan setelah pihak berwenang dapat menjangkau desa-desa yang lebih terpencil.

Sedikitnya 94 persen Sunamganj dan 85 persen Sylhet terendam banjir. Sunamganj memiliki populasi 2,5 juta orang, sementara ada empat juta penduduk di Sylhet.

Sekitar 300.000 orang telah tiba di tempat penampungan banjir pemerintah di Bangladesh dan empat juta orang lagi diyakini terperangkap di rumah mereka sejak Jumat, 17 Juni 2022.

"Situasi di tempat penampungan sangat buruk, dan tiga orang meninggal di salah satu tempat penampungan yang kami kunjungi," ujar Hossain. “Ada peningkatan kasus diare dan penyakit yang ditularkan melalui air, karena hanya sedikit fasilitas sanitasi dan air minum juga terkontaminasi.”

Anggota militer Bangladesh dapat mencapai beberapa pemukiman dengan perahu kecil pada Senin, 20 Juni 2022 untuk mengirimkan beras, ribuan paket makanan kering, tablet penjernih air, dan obat-obatan.

Namun, banyak penduduk Bangladesh timur khawatir keluarganya akan butuh waktu bertahun-tahun untuk pulih dari banjir karena rumah dan persediaan makanan telah habis. Rekaman satelit menunjukkan seluruh desa terendam air. Ladang petani dan ternak juga hanyut.

“Banjir ini adalah yang terburuk dalam 122 tahun di wilayah Sylhet,” ucap Atiqul Haque, direktur jenderal Departemen Manajemen Bencana Bangladesh. “Operasi penyelamatan dan bantuan diintensifkan, dengan pejabat militer dan angkatan laut menjangkau lebih banyak orang yang terjebak banjir.”

Timur laut India juga mengalami banjir parah. Negara bagian Meghalaya dan Assam telah mengalami 134 persen dari curah hujan yang diperkirakan untuk bulan Juni, menurut Departemen Meteorologi India.

Setidaknya 4,5 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan sekitar 220.000 tinggal di tempat penampungan sementara yang dibangun oleh pemerintah. Tapi, beberapa di antaranya tidak memiliki akses ke air minum.

Banjir biasanya terjadi di Asia selatan selama Juni dan Oktober karena wilayah tersebut mengalami hujan deras, yang kemudian menyebabkan sungai meluap. Tapi tahun ini situasinya lebih ekstrem dari yang diperkirakan.

Para ahli mengatakan ini dipengaruhi perluasan infrastruktur dan perumahan di timur laut India, yang membuat hujan sulit mengalir ke tanah.

Tetapi perubahan iklim juga diyakini menyebabkan peristiwa cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan banjir bandang.

“Perubahan iklim memperparah banjir,” ucap Abinash Mohanty, pemimpin program di Dewan Energi, Lingkungan dan Air. “Rata-rata curah hujan jangka panjang normal, tapi timur laut India mengalami peningkatan curah hujan yang tidak menentu dan intens.”

Posisi geografi Bangladesh membuatnya sangat rentan terhadap banjir. Negara itu terletak di selatan Himalaya di delta sungai terbesar di dunia. Hampir tiga perempat negara itu berada di bawah permukaan laut dan merupakan salah satu negara terpadat di dunia. (Kaylina Ivani)


(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id