Mengenal Teknologi Kapal Selam Nuklir Australia yang Bikin Tiongkok Geram

    Cindy - 17 September 2021 16:20 WIB
    Mengenal Teknologi Kapal Selam Nuklir Australia yang Bikin Tiongkok Geram
    Ilustrasi kapal selam bertenaga nuklir. Foto: AFP



    Jakarta: Australia berencana membangun delapan kapal selam nuklir baru di bawah pakta keamanan Indo-Pasifik dengan Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Pembangunan kapal selam bertenaga nuklir itu guna memperkuat kemampuan angkatan laut Australia di Indo-Pasifik. 

    Presiden AS Joe Biden mengatakan bantuan untuk Australia ini untuk bertahan melawan ancaman yang berkembang pesat. Namun, Biden tidak menjelaskan lebih lanjut maksud dari ancaman itu. 

     



    "Kapal selam tidak akan dipersenjatai nuklir, hanya ditenagai reaktor nuklir," jelas Biden, seperti dikutip AFP, Kamis, 16 September 2021. 

    Prancis sebelumnya telah menegosiasikan penjualan multi-miliar dolar kapal selam konvensional dengan tenaga diesel elektrik ke Australia. Angkatan Laut Prancis menyuarakan kekecewaan mendalam pada kesepakatan Australia-AS itu.

    Baca: Australia Abaikan Kemarahan Tiongkok Terkait Kesepakatan Kapal Selam Nuklir

    Cara kerja kapal selam nuklir

    Kapal selam bertenaga nuklir memang didukung reaktor nuklir untuk menggerakkan mesinnya. Reaktor nuklir digunakan untuk memanaskan air demi menghasilkan uap. 

    Uap itu dipakai untuk menghidupkan turbin penggerak yang akan menghasilkan tenaga listrik. Tenaga listrik dipakai untuk menggerakkan kapal selam. 

    Saat mendingin dan mengembun, uap akan berubah menjadi air yang diarahkan kembali melalui sistem. Sistem tertutup ini membuat air disirkulasi ulang dan diperbarui. 

    Penggunaan reaktor nuklir memungkinkan kapal selam tidak bergantung pada pasokan eksternal. Sehingga, memungkinkan kapal beroperasi sepenuhnya atau bahkan sepanjang umur kapal selam tanpa mengisi bahan bakar. 

    Baca: Australia Akuisisi Kapal Selam Nuklir, RI Prihantinkan Perlombaan Senjata

    Bedanya dengan kapal selam diesel elektrik

    Kapal selam konvensional yang menggunakan diesel elektrik perlu mengisi bahan bakar secara teratur. Kapal ini mengandalkan generator listrik untuk menggerakkan baling-baling. 

    Mesin diesel perlu mengisi baterai pada generator listrik untuk dapat menggerakkan kapal. Pengisian baterai mengharuskan kapal muncul ke permukaan air untuk menyalakan mesin diesel.

    Setelah baterai terisi penuh, kapal selam dapat mematikan mesin diesel dan masuk ke dalam air. Keberadaannya yang harus muncul di permukaan air dinilai rentan terhadap serangan musuh. 

    Selain itu, daya tahan kapal selam di dalam air dibatasi daya baterai dalam menggerakkan mesin. Sedangkan, kapal selam nuklir bisa bertahan dalam waktu yang lama di dalam laut. Hanya, kekuatan kapal selam nuklir dibatasi oleh daya tahan kru dan jumlah makanan yang tersedia. 

    (CIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id