Pasokan Oksigen Kurang, Rumah Sakit di India Mengadu ke Pengadilan

    Marcheilla Ariesta - 05 Mei 2021 18:45 WIB
    Pasokan Oksigen Kurang, Rumah Sakit di India Mengadu ke Pengadilan
    Pasokan oksigen di India menipis. Foto: AFP



    New Delhi: Pengadilan di ibu kota India, New Delhi menjadi harapan terakhir bagi banyak rumah sakit untuk mendapatkan oksigen bagi pasien virus korona (covid-19). Pasalnya, persediaan hampir habis namun pejabat pemerintah bertengkar mencari orang yang bertanggung jawab atas krisis ini.

    Hakim Pengadilan Tinggi New Delhi mengadakan konferensi video hampir setiap hari untuk mendengarkan petisi dari rumah sakit yang menyerukan hak konstitusional India demi perlindungan kehidupan.

     



    Pejabat lokal dan federal hadir dalam konferensi tersebut. "Intervensi pengadilan telah menyelamatkan nyawa," kata pengacara rumah sakit, Shyel Trehan, dilansir dari Straits Times, Rabu, 5 Mei 2021.

    Pada Minggu lalu, oksigen yang tersisa hanya 30 menit untuk 42 pasien covid-19 di rumah sakit Sitaram Bhartia, sementara persediaan baru belum tersedia. Otoritas rumah sakit mendekati pengadilan Delhi sebagai 'upaya terakhir' untuk mendapatkan bantuan.

    Para hakim memerintahkan pemerintah negara bagian Delhi untuk segera mengatur perbekalan.

    Baca juga: India Catat 3.780 Kematian akibat Covid-19 dalam Satu Hari

    "Tabung oksigen tiba segera setelah sidang, dan sebuah tangki tiba beberapa jam kemudian," kata Trehan.

    Kekurangan oksigen medis telah terjadi di kota berpenduduk 20 juta itu selama sekitar dua pekan. Para pasien covid-19 meninggal di ranjang rumah sakit, ambulans, di tempat parkir luar setelah terengah-engah akibat kurang oksigen.

    New Delhi mencatat sekitar 20 ribu kasus covid-19 baru setiap hari. Sistem kesehatan melemah dan pemerintah mengatakan butuh 976 ton oksigen medis setiap hari.

    Sayangnya, mereka hanya mendapatkan kurang dari 490 ton oksigen dari pemerintah federal.

    Pada akhir April lalu, Hakim Sanghi mengatakan pejabat pemerintah harus mengemis, meminjam, dan bahkan mengimpor pasokan oksigen untuk memenuhi kebutuhan kota. "Negara tidak bisa mengatakan 'hanya sanggup menyediakan sebanyak ini dan tidak lebih'. Jadi, jika orang meninggal, biarkan mereka meninggal? Itu tidak boleh terjadi," tegasnya.

    India mencatat angka kematian tertinggi akibat Covid-19 sejak awal pandemi pada hari ini. Rekor kematian ini terjadi di tengah gelombang kedua Covid-19 di India yang membuat banyak rumah sakit kewalahan menangani pasien.
     
    Menurut data Kementerian Kesehatan India pada Rabu pagi, total 3.780 orang meninggal akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir. 

    Meski sempat menurun sejak Sabtu kemarin, kasus harian Covid-19 di India kembali melonjak mencapai 382.315 pada Rabu ini. Total infeksi Covid-19 di India saat ini mencapai 20,66 juta.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id