Warga Syiah Pakistan Ngotot Lakukan Prosesi Keagamaan di Tengah Pandemi

    Marcheilla Ariesta - 04 Mei 2021 20:34 WIB
    Warga Syiah Pakistan Ngotot Lakukan Prosesi Keagamaan di Tengah Pandemi
    Ritual keagamaan Syiah di Pakistan digelar di tengah pandemi covid-19. Foto: AFP.



    Lahore: Ribuan warga Pakistan berkumpul di Lahore, sebelah timur negara itu untuk mengikuti prosesi keagamaan. Banyak dari mereka tidak menggunakan masker.

    Kegiatan ini dilakukan di tengah pandemi virus korona (covid-19). Hal ini meningkatkan kekhawatiran Pakistan menjadi sama seperti India yang tengah menghadapi gelombang kedua covid-19.






    Pemerintah federal telah mengeluarkan pemberitahuan yang melarang pertemuan massal untuk memperingati kematian sahabat dan menantu Nabi Muhammad, Imam Ali. Namun, negosiasi lokal dengan para pemuka Syiah di Pakistan berujung gagal.

    "Saya telah menghadiri prosesi ini setiap tahun selama yang saya ingat. Mereka mencoba menghentikan upacara dan proses berkabung Syiah dengan menggunakan alasan yang berbeda, kali ini korona, sebelumnya masalah keamanan. Itu semua alasan saja," terang Ali Kazmi, salah satu warga yang ikut bergabung dalam kegiatan itu.

    Dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 4 Mei 2021, sekitar delapan hingga 10 ribu orang menghadiri kegiatan tersebut.

    Baca juga: Pakistan Tutup Perbatasan dan Pangkas Penerbangan Internasional

    Anggota Syiah Pakistan mencapai sekitar 20 persen dari 220 juta populasi di negara tersebut. Prosesi dengan skala lebih kecil juga diadakan di kota-kota besar seluruh negeri.

    Dengan menggunakan pakaian hitam, jamaah meneriakkan slogan dan menampar dada mereka secara serempak. Sementara yang lain mencambuk diri dengan pisau.

    "Kami menolak pembatasan yang diberlakukan pada upacara berkabung. Pemilihan (pemilu) lokal dapat berlangsung, pasar tetap terbuka, pertemuan pemerintah juga berlangsung," ucap Dewan Ulama Syiah Pakistan jelang unjuk rasa.

    Seorang pejabat dari departemen kepolisian Lahore mengatakan mereka berusaha untuk bernegosiasi dengan ulama dan pemimpin agama mengenai prosesi tersebut. Sayangnya mereka tidak berhasil.

    Pakistan sedang berjuang untuk menahan gelombang ketiga infeksi, dengan lebih dari 800.000 kasus dan 18.000 kematian dinyatakan.

    Hanya sebagian kecil dari populasinya yang telah divaksinasi.

    Otoritas Pakistan sebagian besar menghindari larangan kegiatan keagamaan dalam beberapa bulan terakhir. Masjid tetap buka sepanjang bulan Ramadan, dengan sedikit yang mengikuti pedoman jarak sosial selama pertemuan besar jamaah setiap malam.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id