comscore

PM Samoa: Masalah Keamanan Pasifik Harus Ditangani Sendiri Negara di Kawasan

Marcheilla Ariesta - 17 Juni 2022 13:59 WIB
PM Samoa: Masalah Keamanan Pasifik Harus Ditangani Sendiri Negara di Kawasan
Perdana Menteri Samoa, Fiame Naomi Mata'afa. Foto: AFP
Wellington: Masalah keamanan Pasifik harus dan dapat ditangani oleh negara-negara di kawasan itu sendiri. Perdana Menteri Samoa, Fiame Naomi Mata'afa mengatakannya dalam kunjungan resmi ke Selandia Baru, Jumat, 17 Juni 2022.

Ia menambahkan, Tiongkok tetap akan menjadi mitra ekonomi yang menarik bagi Pasifik. Hal ini mengingat pasar mereka yang besar.
Pengaruh Tiongkok yang berkembang di Pasifik dan potensi militerisasi di negara-negara pulau kecil itu mengkhawatirkan negara besar di kawasan itu, seperti Australia dan Selandia Baru, serta sekutu mereka, Amerika Serikat (AS).

"Semua orang tertarik pada Tiongkok, mereka adalah pasar yang besar, daya beli dan sebagainya," kata Mata'afa dilansir dari Channel News Asia.

Pengaruh regional Tiongkok yang meningkat disorot setelah Kepulauan Solomon menandatangani pakta keamanan dengan Beijing bulan lalu.

"Kami perlu sebagai kawasan yang menangani masalah (keamanan) dalam konteks yang lebih luas dari apa yang sudah kita miliki," kata Mata'afa.

Pertemuan para pemimpin Forum Kepulauan Pasifik yang akan datang juga diharapkan membahas masalah ini. Pembahasan nantinya akan berfokus pada lebih banyak yang diperlukan di bidang keamanan.

Sehingga, kata Mata'afa, negara-negara pulau lainnya tidak merasa perlu melihat ke luar kawasan.

Forum tersebut mewakili 18 negara pulau yang mencakup tiga kelompok budaya dan geografis Pasifik Mikronesia, Melanesia dan Polinesia, serta Australia dan Selandia Baru. Beberapa anggota memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan sementara sebagian besar mengakui Beijing.

Secara tradisional Australia dan Selandia Baru telah menjadi mitra keamanan dan bantuan utama bagi negara-negara kepulauan, yang memasok bantuan pembangunan dan bencana serta bantuan militer bila diperlukan.

Mata'afa mengatakan, dia memahami kawasan itu semakin diperebutkan. Namun, Tiongkok telah lama hadir sebagai mitra diplomatik dan ekonomi mereka.

"Wilayah ini tidak lagi hanya bagian dari narasi 'Pasifik Biru' tetapi telah dikemas dalam Indo-Pasifik yang jauh lebih besar dan perlu diberi lebih banyak suara," katanya.

"Sekarang Amerika pada dasarnya ingin kembali. Dan itu juga, menurut saya, meningkatkan peran dan fungsi Australia dan Selandia Baru. Ada perubahan besar dalam pengaturan geopolitik," pungkasnya.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id