Lagi, 4 WNI Meninggal di Kapal Tiongkok

    Marcheilla Ariesta - 30 Juli 2020 20:10 WIB
    Lagi, 4 WNI Meninggal di Kapal Tiongkok
    Direktur PWNI dan BHI Kemenlu Judha Nugraha. Foto: Dok. Kemenlu.
    Jakarta: Kementerian Luar Negeri kembali menerima laporkan empat warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia di kapal Tiongkok. Para ABK asal Indonesia ini tewas di dua kapal berbeda, yakni Han Rong 363 dan Han Rong 368.

    "Yang pertama adalah almarhum D meninggal di kapal Han Rong 363, lalu almarhum AS, almarhum R, dan almarhum AW meninggal di kapal Han Rong 368," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha.

    "Empat peristiwa kematian tersebut terjadi selama Mei dan Juni 2020," lanjut Judha dalam jumpa pers virtual, Kamis, 30 Juli 2020.

    Judha menuturkan jasad D dan AS kemudian dipindahkan ke kapal Fu Yuan Yu 059, sedangkan R dan AW tetap berada di kapal Han Rong 368.

    Sejak menerima informasi tersebut, Kemenlu beserta perwakilan RI di Sri Lanka, Singapura, Beijing dan Guangzhou menyampaikan kepada pemilik kapal dan pihak-pihak terkait lainnya agar mengupayakan pemulangan jenazah ke Indonesia.

    "Namun, setelah berbagai macam upaya dilakukan, Kemenlu RI mendapat informasi bahwa kapten kapal telah melarungkan keempat jenazah tersebut pada Juli 2020. Masing-masing di Samudera Hindia dan Laut China Selatan," imbuh Judha.

    Judha mengatakan sangat menyayangkan keputusan pelarungan jenazah tersebut, walaupun praktik itu dimungkinkan di dunia kemaritiman. Namun, kata dia, praktik itu merupakan pilihan terkahir ketika seluruh opsi pemulangan jenazah sudah tidak dimungkinkan kembali.

    Akibat hal tersebut, Kemenlu RI telah memanggil Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia di Jakarta. Kemenlu menyampaikan keprihatinan dan meminta agar proses penyelidikan segera dilakukan, termasuk menyelidiki penyebab kematian para WNI ABK tersebut.

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat melakukan bilateral virtual dengan Menlu Tiongkok Wang Yi menyampaikan mengenai masalah ini. Retno mengatakan keprihatinan mendalam atas kasus yang menimpa ABK WNI tersebut.

    "Saya menyampaikan keprihatinan mendalam Pemerintah Indonesia terhadap berbagai kasus yang menimpa ABK Indonesia di kapal ikan Tiongkok. Secara detail saya ceritakan kasus-kasus yang menimpa ABK kita yang bekerja di kapal-kapal ikan Tiongkok," kata Retno dalam kesempatan sama.

    Retno secara khusus meminta agar pemerintah Tiongkok melakukan investigasi menyeluruh dan dilanjutkan dengan penegakan hukum atas beberapa kasus kematian, pelarungan jenazah, dan kondisi kerja yang tidak layak.

    "Saya juga mendesak agar pemerintah Tiongkok dapat memproses secara hukum pihak-pihak yang bertanggung jawab sebagaimana pemerintah Indonesia telah melakukan terhadap agen-agen penyalur ABK di Indonesia," serunya.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id