comscore

Gempa Tambah Masalah Afghanistan

Medcom - 24 Juni 2022 16:34 WIB
Gempa Tambah Masalah Afghanistan
Gempa yang melanda Afghanistan makin mempersulit keadaan negara yang dilanda konflik itu. Foto: AFP
Kabul: Pejabat senior PBB pada Kamis, 23 Juni 2022 mengatakan, gempa yang mengguncang Afghanistan pekan ini menambah masalah di negara tersebut. 

Afghanistan kini menghadapi kekeringan terburuk dalam 30 tahun, kemiskinan besar-besaran, dan pelanggaran HAM oleh Taliban. Negara ini tercatat memiliki jumlah tertinggi masyarakat dengan risiko kelaparan.
Gambaran kesulitan yang dihadapi 38 juta warga Afghanistan ditunjukkan oleh Kepala Badan Kemanusiaan PBB Martin Griffiths dan wakil utusan khusus PBB untuk Afghanistan, Ramiz Alakbarov.

Mereka berbicara dalam rapat Dewan Keamanan PBB terkait situasi Afghanistan. Pertemuan itu dijadwalkan sebelum gempa Rabu, 22 Juni 2022 yang dilaporkan menewaskan 1.000 orang. PBB memperkirakan jumlah korban jiwa sebenarnya lebih sedikit, yakni 770 di Provinsi Paktika dan Khost. Ratusan lainnya luka-luka. 

Pejabat Afghanisfan menyampaikan bahwa jumlah korban jiwa bisa bertambah mengingat puing-puing masih ditelusuri untuk menemukan lebih banyak jenazah.

Melalui pertemuan virtual, Griffiths mengatakan bahwa perubahan politik dan ekonomi sejak Taliban merebut kekuasaan Agustus lalu membuat masyarakatnya terus menderita.

“Kekeringan terburuk Afghanistan dalam hampir 30 tahun terakhir telah berdampak pada  tiga perempat provinsinya, yang berarti produksi tanaman diperkirakan akan di bawah rata-rata pada musim panen ini,” ujar Griffitsh dikutip dari Yahoo News, Jumat 24 Juni 2022.

Griffiths mengatakan bahwa 25 juta rakyat Afghanistan, lebih dari setengah populasi, hidup di bawah garis kemiskinan. Angka ini bertambah dua kali lipat dibandingkan 2011, termasuk 6,6 juta yang tergolong dalam tingkat “darurat”. 

“Itu jumlah tertinggi risiko kondisi semacam kelaparan dari seluruh negara dunia,” imbuhnya.

Alakbarov menyebut gempa itu "adalah pengingat tragis lain kepada banyaknya bahaya yang dihadapi rakyat Afghanistan."

Ia menyebut situasi keamanan “semakin tidak terduga” dengan munculnya kelompok oposisi bersenjata terhadap Taliban. Menurutnya, ini disebabkan pengucilan politik yang memicu bentrokan, terutama di Provinsi Panjshir dan Baghlan.

“Serangan oposisi bersenjata terhadap otoritas de facto bertambah pada bulan Mei, dibandingkan April,” katanya.

Alakbarov juga membahas situasi hak asasi manusia yang "genting", di antaranya "tuduhan kredibel tentang pembunuhan, perlakuan buruk dan pelanggaran lain yang menargetkan individu dengan kaitan mantan pemerintah Afghanistan," dan oleh Taliban terhadap individu yang dituduh berafiliasi dengan oposisi serta saingan utama Taliban.

Ia pun menyinggung pembatasan yang kian bertambah bagi perempuan. Juga, hak kebebasan berkumpul dengan damai dan kebebasan berpendapat, ditambah krisis ekonomi yang sedang berlangsung. Ekonomi Afghanistan mengalami penurunan sekitar 30 persen hingga 40 persen sejak direbut Taliban.

“Ada kemungkinan tingkat pengangguran mencapai 40 persen tahun ini, (naik) 13 persen dari 2021. Beberapa proyeksi memperkirakan tingkat kemiskinan mungkin naik hingga 97 persen pada akhir 2022,” ucap Alakbarov.

“Lebih mengkhawatirkan lagi, 82 persen rumah tangga sekarang terlilit utang, sementara memburuknya ekonomi menurunkan peluang keluar dari utang,” imbuhnya.

Dalam perjalanan keliling Afghanistan, Alakbarov menemukan bahwa keluarga-keluarga Afghanistan berterima kasih atas bantuan kemanusiaan yang diberikan, tapi mereka ingin pekerjaan, kesempatan untuk menempuh masa depan dan keamanan yang juga berarti kebebasan beraktivitas bagi perempuan dan laki-laki. (Kaylina Ivani)

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id