comscore

Presiden Taiwan Tak Ingin Mencari Konfrontasi Militer dengan Tiongkok

Marcheilla Ariesta - 08 Oktober 2021 15:33 WIB
Presiden Taiwan Tak Ingin Mencari Konfrontasi Militer dengan Tiongkok
Presiden Taiwan Tsai Ing Wen tegaskan tidak cari ketegangan dengan Tiongkok. Foto: AFP
Taipei: Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen mengatakan negaranya tidak mencari konfrontasi militer dengan siapapun. Hal tersebut berlaku juga kepada Tiongkok.

Walaupun demikian, Tsai menegaskan akan melakukan apapun untuk mempertahankan kedaulatan dan kebebasan negaranya.
"Taiwan berharap hidup berdampingan secara damai, stabil, dan saling menguntungkan dengan tetangga. Namun, kami akan melakukan apapun untuk mempertahankan kebebasan dan cara hidup demokrasinya," kata Tsai, dilansir dari Malay Mail, Jumat, 8 Oktober 2021.

Dalam empat hari terakhir, ketegangan terus meningkat setelah Beijing mengirimkan ratusan jet ke wilayah udara Taiwan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu menyatakan kesiapan negaranya untuk berperang melawan Tiongkok setelah Negeri Tirai Bambu dapat meluncurkan invasi ke wilayah itu dalam beberapa tahun mendatang.

Namun, menurut Tsai, kesejahteraan dapat tercapai di kawasan Indo-Pasifik dengan lingkungan yang damai, stabil, dan transparan.

"Tetapi ini juga membawa ketegangan baru dan kontradiksi sistemik yang dapat berdampak buruk pada keamanan internasional dan ekonomi global jika tidak ditangani dengan hati-hati," ucap Tsai.

Tsai menegaskan, Taiwan akan bekerja sama dengan negara di kawasan lainnya untuk memastikan stabilitas itu tercapai.

"Taiwan berkomitmen penuh untuk berkolaborasi dengan pemain regional dalam mencegah konflik bersenjata di Tiongkok Timur, Laut China Selatan, dan di Selat Taiwan," kata Tsai.

Menteri Pertahanan Taiwan, Chiu Kuo-cheng, mengatakan Tiongkok dapat melakukan invasi skala besar terhadap Taiwan pada 2025. Di hadapan parlemen, Chiu mengatakan bahwa Beijing sebenarnya sudah punya kemampuan untuk menginvasi Taiwan sekarang ini.

Namun, Tiongkok baru bisa melakukan invasi "skala penuh" pada 2025. "Pada 2025, Tiongkok akan melakukan segala upaya untuk menang perang. Mereka sudah punya kapasitas sekarang, tetapi tidak akan memulai perang dengan mudah, harus mempertimbangkan banyak hal lain," ujar Chiu.

Pada Kamis kemarin, Tsai mencari dukungan dari negara-negara demokrasi lain, terutama Amerika Serikat dan sekutunya. Terutama di tengah meningkatnya tekanan militer dan politik dari Tiongkok, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri.
 
Berbicara di kantor kepresidenan kepada para senator Prancis, yang dipimpin oleh mantan menteri pertahanan Alain Richard, Tsai berterima kasih kepada Prancis atas keprihatinannya tentang situasi di Selat Taiwan dan dukungan untuk partisipasi internasionalnya.
 
"Kami akan terus memenuhi tanggung jawab kami sebagai anggota komunitas internasional untuk memastikan perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. Kami juga berharap dapat memberikan lebih banyak kontribusi kepada dunia bersama dengan Prancis," ucap Presiden Tsai.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id