comscore

Dukung Sentralitas ASEAN, Australia Tegaskan Tak Berusaha Miliki Senjata Nuklir

Willy Haryono - 21 September 2021 14:46 WIB
Dukung Sentralitas ASEAN, Australia Tegaskan Tak Berusaha Miliki Senjata Nuklir
Kapal selam bertenaga nuklir dari perjanjian AUKUS menjadi sorotan global. (NICOLAS TUCAT / AFP)
Canberra: Sebagai Mitra Dialog ASEAN yang tertua, Australia terus berkomitmen mendukung sentralitas ASEAN. Australia mendukung kawasan yang terbuka, inklusif, dan sejahtera dengan ASEAN sebagai pusatnya, konsisten dengan tujuan dan prinsip ASEAN Outlook mengenai Indo-Pasifik.

"Komitmen kami terhadap sentralitas ASEAN tetap teguh seperti sebelumnya menyusul pengumuman bahwa kami akan membentuk kemitraan keamanan yang ditingkatkan antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat -- AUKUS -- yang akan memungkinkan kami untuk berbagi teknologi dan kemampuan dengan lebih baik. Ini bukan aliansi atau pakta pertahanan," ucap Duta Besar Australia untuk ASEAN Will Nankervis dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa, 21 September 2021.
Dalam lingkungan strategis yang berubah dengan cepat, partisipasi Australia dalam AUKUS akan memperkuat kemampuan kami untuk bekerja dengan mitra regional dalam mendukung stabilitas dan keamanan regional, dalam kerangka kerja berbasis aturan.

Perjanjian baru ini, lanjut Dubes Nankervis, tidak mengubah komitmen Australia terhadap ASEAN maupun dukungan berkelanjutan terhadap arsitektur regional yang dipimpin ASEAN. Ia menyebut Australia tetap berkomitmen terus mendorong kawasan damai dan aman, dengan ASEAN sebagai pusatnya, dan untuk melengkapi serta memperkuat rancangan yang telah ada di bawah kepemimpinan ASEAN.

Sebagai negara dengan tiga samudra yang bergantung pada perdagangan internasional lintas laut, Australia memandang kapabilitas angkatan laut sebagai sesuatu yang sangat penting. Untuk inisiatif pertama di bawah kemitraan AUKUS, Australia akan membangun armada kapal selam bertenaga nuklir, memanfaatkan keahlian dari Amerika Serikat dan Inggris.

"Walaupun kapal selam ini akan bertenaga nuklir, tetapi tidak akan dilengkapi senjata nuklir. Australia tidak sedang dan tidak akan mencari senjata semacam itu. Kami juga tidak berusaha membangun kemampuan nuklir sipil," tegas Dubes Nankervis.

Ia menegaskan Australia tetap teguh mendukung Perjanjian Non-Proliferasi (NPT) yang mengatur seputar penyebaran senjata nuklir. Australia akan bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap kewajiban NPT sebagai salah satu Negara Non-Senjata Nuklir.

Baca:  Heboh Aliansi AUKUS, Apakah Indonesia Patut Waspada?

"Kami tetap berkomitmen untuk memperkuat kepercayaan internasional terhadap integritas rezim non-proliferasi internasional, dan menegakkan kepemimpinan global kami dalam bidang ini," sebut Dubes Nankervis.

Sebagai pihak dalam Perjanjian Zona Bebas Nuklir Pasifik Selatan, Australia memahami pentingnya Perjanjian Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara bagi negara-negara Asia Tenggara. Dubes Nankervis mengatakan, Australia akan selalu mendukung perjanjian penting tersebut.
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id